KabarMakassar.com — Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman padat di Kota Makassar. Peristiwa yang terjadi di Jalan Teluk Bayur, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Minggu (21/09), memaksa sejumlah warga harus kehilangan tempat tinggal dan barang berharga mereka.
Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar langsung turun ke lokasi. Kepala Dinas Sosial, Andi Bukti Djufrie, memimpin penyaluran bantuan darurat bersama Kabid Penanganan Bencana, Muh. Sember, dan sejumlah staf. Mereka didampingi oleh Lurah Maccini Sombala serta jajaran RT/RW setempat.
Bantuan yang diserahkan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan mie instan, serta perlengkapan dasar berupa kasur, selimut, dan sandang dewasa. Bantuan itu disalurkan melalui pemerintah kelurahan untuk kemudian dibagikan langsung kepada para korban.
Menurut Andi Bukti, kehadiran Dinsos di lokasi bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi warga pascakebakaran tetap mendapat perhatian.
“Kami ingin memastikan korban tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini. Bantuan yang diberikan memang sederhana, tapi semoga bisa meringankan beban mereka,” ujarnya, Minggu (21/09).
Dinsos juga melakukan pendataan lapangan untuk mengetahui jumlah kepala keluarga terdampak serta kebutuhan mendesak lainnya.
“Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah kota dalam memberikan bantuan lanjutan maupun program pemulihan sosial,”
Peristiwa kebakaran di Teluk Bayur menambah daftar musibah serupa yang belakangan kerap terjadi di Makassar. Faktor pemukiman padat dengan instalasi listrik yang kurang memadai disebut-sebut masih menjadi penyebab dominan.
“Pemerintah kota menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta kolaborasi aparat wilayah dalam menekan risiko kebakaran di masa mendatang,”
Kebakaran bukan hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga trauma bagi keluarga korban.
“Oleh karena itu, Pemkot Makassar melalui Dinsos berjanji terus hadir memberikan dukungan, mulai dari kebutuhan dasar, penanganan psikososial, hingga upaya jangka panjang untuk memastikan warga terdampak bisa kembali bangkit,” pungkasnya.














