KabarMakassar.com — Sat Resnarkoba Polres Jeneponto kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Pengungkapan dilakukan setelah polisi menggerebek sebuah rumah yang terletak di Perumahan Budi Mulia Permai 2, Desa Kalumpang Loe, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto.
Dalam penggerebekan tersebut, Polisi mengamakan tiga pelaku. Masing-masing berinisial YA (33) warga Bulloe, H (27) warga Pa’rasangan Beru, dan AAP (19), warga Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Kasat Resnarkoba, Iptu Syahrir, menjelaskan bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan salah satu rumah di perumahan tersebut kerap dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.
Usai menerima laporan, Tim yang dipimpin Ipda Zulfitrah Wahid langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penggeledahan.
“Pada saat Tim sampai di TKP, rumah dalam keadaan terkunci. Setelah kami ketuk dan dibuka, kami perkenalkan diri dan langsung melakukan penggeledahan badan terhadap ketiga pelaku serta sekitar lokasi,” ujar Iptu Syahrir dalam keterangannya, Jumat (26/6) malam.
Hasilnya, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti, berupa dua sachet plastik kecil berisi kristal bening yang diduga kuat narkotika jenis sabu seberat 0,47 Gram.
Selain sabu siap pakai, petugas juga menyita satu set alat isap atau bong, satu buah batang pireks kaca, dua buah korek gas, dua unit handphone merek iPhone warna putih serta satu handphone android merek Oppo warna biru.
Atas perbuatannya, ketiga pelaku beserta seluruh barang buktinya kini telah diamankan di Polres Jeneponto untuk menjalani proses pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Di sisi lain, kasus penangkapan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, salah satu pelaku yang ikut diamankan dalam penggerebekan tersebut diduga merupakan seorang pejabat publik, yakni Kepala Desa Bontomatene.
Guna memastikan validitas kabar keterlibatan oknum pejabat desa tersebut, Kasat Narkoba Polres Jeneponto yang dikonfirmasi secara terpisah sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan.
