KabarMakassar.com — Dua unit kapal yang bersandar di Dermaga Tanrusampe, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mendadak hangus terbakar pada Sabtu (8/8) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.15 WITA itu sempat membuat warga pesisir panik karena berlangsung tepat di waktu magrib.
Dua armada yang dilalap si jago merah tersebut masing-masing adalah kapal latih perikanan milik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kelautan Jeneponto dan kapal penangkap ikan milik warga setempat bernama H. Sarro (58).
Peristiwa ini diduga bukan disebabkan oleh korsleting biasa, melainkan sengaja dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) dan saat ini masih dalam penyelidikan (lidik) pihak kepolisian.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Saparuddin (52), menceritakan bahwa kobaran api pertama kali terlihat muncul dari bagian dalam kapal latih milik SMKN 3 Kelautan Jeneponto.
“Awal kebakaran itu saat magrib sekitar pukul 18.15 WITA, yang awalnya diduga dari ruang mesin kemudian merambat naik ke atas kapal latih perikanan milik SMKN 3 Kelautan. Kemudian apinya merambat ke kapal ikan milik H. Sarro,” kata Saparuddin.
Melihat kobaran api yang kian membesar, warga sekitar dermaga sempat berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun, usaha tersebut tak membuahkan hasil maksimal.
Tak lama kemudian, 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Jeneponto yang menerima laporan tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WITA. Petugas Damkar bersama warga bahu-membahu menjinakkan si jago merah hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.40 WITA.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materil yang ditimbulkan terbilang sangat besar, yakni diperkirakan mencapai Rp 3,08 miliar.
Kerugian terbesar dialami oleh pihak SMKN 3 Kelautan Jeneponto dengan taksiran nilai kapal mencapai Rp 3 miliar. Sementara itu, kapal penangkap ikan milik H. Sarro menelan kerugian sekitar Rp 80 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua kapal tersebut sebenarnya sudah lama tidak beroperasi secara aktif. Kapal latih perikanan milik SMKN 3 Kelautan Jeneponto diketahui telah bersandar di Dermaga Tanrusampe selama kurang lebih 7 tahun dalam kondisi rusak.
Senada dengan hal itu, kapal penangkap ikan milik H. Sarro juga sudah bersandar dalam kondisi rusak di lokasi yang sama selama sekitar 2 tahun.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian setempat masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengusut tuntas motif serta mengejar terduga pelaku pembakaran.













