KabarMakassar.com — Seorang pria warga asal Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas dalam keadaan tergantung dalam kamar kosnya di Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Diketahui, korban inisial JR (22) pertama kali ditemukan oleh istrinya bernama Febi (21), kemudian langsung meminta pertolongan pada warga, Sabtu (12/07) sekitar pukul 18.30 WITA.
Penjaga kos, Masni (42) mengatakan bahwa korban dan istrinya telah tinggal di kos tersebut sekitar delapan bulan, dan diketahui bekerja sebagai penjual pakan di Wilayah Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
“Waktu itu pas Magrib, istrinya keluar dari kamar sambil menangis dan minta tolong. Katanya dia yang pertama lihat,” ujar Masni.
Sebelum ditemukan meninggal, Masni mengaku sempat melihat korban sedang beraktivitas seperti biasa.
“Terakhir, sudah duhur tadi ketemu, bicara sama saya, terus pulangnya habis ashar. Tapi saya tidak lihat, cuma suara motornya saya dengar,” katanya.
“Dia bilang, saya mau keluar dulu kak masni mau tarik uang gitu, dari tunggu transferan katanya,” tambah Masni kepada wartawan saat membberkan pertemuan terakhir dengan korban.
Sementara itu, Kasubnit 2 Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, Iptu Nasrullah mengatakan setelah menerima laporan dari warga, aparat kepolian dari tim Inafis Polrestabes Makassar bersama Dokpol Polda Sulsel dan Polsek Panakkukang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Betul tadi kita dapat laporan dari warga adanya seorang laki laki ditemukan dalam keadaan tergantung dalam kamar kosnya. Kita datangi tkp dan sementara kita melakukan pemeriksaan saksi-saki, kemudian penyelidikan dan berkordinasi dengan Dokpol untuk mengetahui sebab kematiannya,” Nasrullah kepada wartawan dilokasi.
Sementara ini, kata Nasrullah pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan penyebab kematian korban, dengan berkoordinasi pada tim medis dari RS Bhayangkara Makassar serta melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk istri korban.
“Ada sekitar 5 orang tadi kita sudah ambil keterangnya, tetangga-tetangga dan termasuk istri,” tuturnya.
Hingga saat ini, kata Nasrullah, pihak kepolisian belum menemukan tanda-tanda adanya tindak kekerasan pada tubuh korban.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut untuk menyimpulkan penyebab pasti kematiannya,” katanya.
Sementara ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.













