kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Diduga Aniaya Wartawan Hingga Nyaris Babak Belur, Kadisdukcapil Jeneponto Bantah Bawahannya Memukul

KabarSelatan.id — Sejumlah Pegawai Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)  Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga aniaya wartawan hingga nyaris babak belur.

Korbannya adalah, Agung Setiawan. Pria 22 tahun asal Kampung Pa'bentengang, Desa Kayuloe Barat, Kecamatan Turatea ini dikeroyok saat ingin meminta klarifikasi Kadisdukcapil.

Diceritakannya, sebelum konfirmasi Kadis, Agung terlebih dahulu memperkenalkan dirinya sebagai wartawan.

"Tabe pak kadis saya dari media online meminta konfirmasi terkait pelayanan masyarakat? nabilang kadis, apako? sapa masyarakat yang mengeluh? bawa kesini kalau ada? ucap Kadisdukcapil, Djafar  kepada Agung," katanya saat dikonfirmasi Kabarselatan.id, Jumat (28) malam.

"Baru mau minta klarifikasi, Kadisdukcapil langsung marah-marah, mauko lawanka, pokoknya nabilang orang Toloka (bodoh). Pokoknya marah-marah dengan nada tinggi dan langsung nausirka," sambung Agung.

Saat Kadisdukcapil sedang marah, secara spontan saya dihampiri sejumlah orang.

"Nahampirima dua pegawai langsung napukul dari belakang lalu saya dilempari kursi saat berusaha melarikan diri keluar dari pintu kantor," jelasnya.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, ia  meninggalkan lokasi kejadian. Namun tak berselang lama, ia kembali didatangi orang.

"Jauhma dari Capil, istirahatka, tiba-tiba datang seorang pegawai menggunakan motor langsung bertanya. Kenapaki marah-marahkah? Langsung napegang kerah bajuku, disitu langsungka lagi napukul, tidak lama kemudian datang sejumlah orang yang memukul didalam kantor tadi langsung ikut memukul kembali," tuturnya.

Untuk jumlah pelaku sendiri, ia mengaku tak tahu persis lantaran kondisinya saat itu sangat ramai.

"Dari penglihatan saya, ada tiga orang yang memukul, tetapi kayaknya lebih karena tidak bisama lihatki karena tidak fokusmaski saat pemukulan terjadi," akunya.

Beruntung dalam insiden tersebut, warga yang berada dilokasi langsung melerai aksi tersebut. Akibat peristiwa itu, Agung mengalami sejumlah luka memar.

"Luka lebam di pipi kanan, kepala terasa sakit, punggung bagian belakang juga terasa sakit  karena di tendang. Pokoknya saya ditempeleng, ditinju," ujarnya.

Setelah itu, Ia langsung ke RSUD Latopas untuk melakukan visum dan melaporkan peristiwa itu ke Polisi.

"Saya sudah melaporkan kejadian itu, Perihal itu berdasarkan Laporan Polisi LP/ B/ 469/ X/ 2022/ SPKT/ Polres Jeneponto/ Polda Sulawesi Selatan," tukasnya.

Sementara itu, Kadisdukcapil Jeneponto  Muh. Djafar Abbas langsung membantah hal tersebut. Dijelaskannya, rencananya, ia ingin berangkat ke mesjid sholat Jumat lantaran waktunya sudah mepet lalu kemudian ia menyuruh salah satu orang pegawai mengambil sabun dimobil. Tak lama kemudian, saya melihat Agung. 

"Kenapaki dek? Dia (Agung-Red) bilang mauka wawancara, sebaliknya saya menjawab, mauka ke mesjid dulu ini dek, mauka sholat Jumat nantipi dih? lain kali saja, Lantas, si Agung ini menjawab, nantipi lain kali pak? Iya kapan-kapan saja," jawab Djafar.

Selanjutnya, saya masuk ke kamar mandi cuci muka dan ambil air wudhu, Setelah itu, ternyata saya kaget karena masih melihat Agung berada diluar.

"Ih…saya tanya kembali, apalagi, saya kira sudahmaki kukasi tahu tadi, waktunya ini tidak memungkinkan untuk saya diwawancarai," katanya saat dikonfirmasi kabarselatan.id, Sabtu (29/10).

Setelah itu, wartawan ini masih saja tetap ngotot meminta konfirmasi.

"Terus dia ngotot, sebentar sekaliji pak, anunya waktunya kalau bisa? Say tanya mengenai apa itu? Agung menjawab, ini soal banyaknya keluhan masyarakat tentang pelayanan Capil? Lalu dijawab, bagaimana lagi caranya Capil melayani masyarakat," imbuhnya.

Padahal kata dia, selama ini, ia kerap mengawasi pegawainya setiap kali ada warga yang antri lama. Kadang bertanya ke warga, apa kita urus? Berbagai macam  jawabannya masyarakat, urus ini dan itu," lanjutnya.

Setelah dijelaskan hal itu, saya kemudian berinisiatif meminta kepada agung secara transparan menghadirkan orang yang menganggap pelayanan Disdukcapil itu kurang memuaskan.

"Saya bilang temani kesini itu masyarakat supaya saya pertemukan dengan petugas yang melayaninya, supaya saya tahu siapa petugas yang memberikan pelayanan yang tidak bagus," ungkap Djafar.

Merasa jengkel, dengan ulah Agung, yang dianggap menghambat dirinya berangkat ke mesjid untuk sholat Jumat, Djafar lalu  mengatakan tidak usah panjang lebar dulu mengingat ini sudah waktunya sholat Jumat.

Mendengar jawaban tegas itu, Agung lantas melontarkan kata yang dilnilai Djafar kurang etis.

"Janganmaki marah-marah pak? Ih saya bilang siapa yang marah-marah dek? Kalau saya marah saya tidak layani, tidak kasiko penjelasan ini,"akunya.

Tetapi Agung masih saja mengulang kata kata tersebut. " janganmaki marah-marah pak, saya juga ini orang jenepontoji pak," balas Agung.

Terkait insiden pemukulan yang dilakukan bawahannya sendiri, Djafar mengaku tak mengetahu peristiwa tersebut.

"Kalau itu, saya berani katakan itu tidak  tahu sama sekali, karena tidak ada saya lihat tidak ada saya tahu," tandasnya.

error: Content is protected !!