KabarMakassar.com — Seorang demonstran, Aidil mengaku dipukul aparat kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa di simpang tiga Jalan Alauddin, Kamis (7/4).
Ia mengaku kejadian tersebut berlangsung saat hampir memasuki waktu berbuka puasa.
Menurutnya, sebelum aksi pemukulan terjadi, aksi unjuk rasa berjalan dengan damai dan aman namun saat para massa aksi ingin membakar ban di Jalan A.P. Pettarani arah dari Universitas Negeri Makassar (UNM), sejumlah aparat kepolisian terlibat baku dorong dengan massa aksi.
"Sebelum pemukulan aksi berjalan damai setelah jenlap menginisiasi tutup dua jalur ada mobil brio merah yang menumpang amarah massa aksi tapi bisa diredam setelah massa aksi mau bakar ban di jalur yg dari arah UNM tapi dihadang oleh aparat terjadilah saling dorong-dorong, saya posisinya mau mengamankan massa aksi dari teknik uim tapi saya yang di tangkap sama salah satu aparat yg berseragam setelah itu datang semuami aparat yang berseragam dan tidak," ungkapnya, Jumat (8/4).
Ia mengaku, dirinya ingin mengamankan massa aksi yang berasal dari Universitas Islam Makassar (UIM) yang terlibat baku dorong dengan aparat namun ia justru ditangkap oleh salah satu aparat kepolisian kemudian dipukul.
"Disitumi saya dipukul sama aparat, saya tidak tahu berapa yang pukul karena yang didepan saya saja ada sekitar 5 orang ndak tau yg dari belakang," bebernya.
Tidak hanya itu, ia menjelaskan setelah dipukuli dirinya lansung diamankan oleh sejumlah massa aksi ke bahu jalan.
"Setelah dipukul saya ndak tau bemana kronologi selanjutnya karna saya langsung di selamatkan sama teman-teman termasuk dari teknik uim sendiri," pungkasnya.
Akibat kejadian itu, dirinya mengalami sejumlah luka memar dibagian wajah, mata kepala dan bibir.
"Mata bengkak sama muka memar sama kepala ada yg bocor ama bengkak sama bibir yang pecah," ungkapnya.
Pihaknya pun mengaku, sementara dalam proses pelaporan ke pihak kepolisian dan akan menjalani visum.
"Sementara pengurusan dan mau visum ," tutupnya
Taufiqurrahman, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik UIM menyebut pihaknya mengecam kebrutalan aparat kepolisian Polrestabes Makassar terhadap salah satu massa aksi.
Menurutnya aparat kepolisian seharusnya mengawal kegiatan aksi unjuk rasa tersebut dan bukan memperkeruh situasi. Pihaknya pun menuntut keadilan agar oknum aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif segera diadili.
"Kami mengecam kebrutalan aparat kepolisian Polrestabes Makassar ke salah satu massa aksi yang seharusnya mengawal kegiatan ini bukan malah memperkeruh situasi. Kami menuntut keadilan agar oknum aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif segera di adili," pungkasnya
Sementara, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando saat dikonfirmasi menjelaskan aparat kepolisian bersikap persuasif dan humanis dalam melaksanakan pengamanan dan tidak melakukan tindakan kekerasan.
"Polisi dalam melaksanakan pengamanan dengan cara persuasif humanis, tidak melakukan tindakan kekerasan apalagi yang melakukan aksi unjuk rasa tetap dalam batas batas yang wajar, karena semuanya saling menghargai, taat hukum apalagi dalam bulan Ramadhan," pungkasnya













