Indeks
News  

Demo di Alauddin Nyaris Ricuh, Ojol Minta Blokade Jalan Dibuka

Demo di Alauddin Nyaris Ricuh, Ojol Minta Blokade Jalan Dibuka
Suasana Aksi Di Jalan Alauddin Raya Kecamatan Tamalate

KabarMakassar.com — Aksi unjuk rasa yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu malam (17/06), menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari lima kilometer.

Aksi yang berlangsung di dekat pertigaan Alauddin-Pettarani itu menutup satu arah bahu jalan menuju Kabupaten Gowa. Massa aksi berorasi di badan jalan dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dari arah Makassar menuju Gowa tersendat parah. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan selama lebih dari dua jam.

Situasi di lokasi sempat memanas. Sejumlah pengemudi ojek online disebut nyaris terlibat kericuhan dengan massa aksi karena banyak pelanggan menunggu lama akibat kemacetan. Para pengemudi meminta demonstran membuka blokade jalan agar kendaraan dapat kembali melintas.

Jenderal lapangan aksi HMI Cabang Gowa Raya, Tafdil, mengatakan demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.

“Kami menuntut keras kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang dijalankan tidak benar untuk rakyat,” ujar Tafdil saat ditemui di lokasi aksi.

Ia menilai sejumlah program pemerintahan saat ini tidak berjalan dengan arah yang jelas. Menurutnya, kebijakan ekonomi dan sejumlah program Kabinet Merah Putih masih menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

“Kami menilai dalam sistem kepemimpinan Prabowo-Gibran banyak mencederai rakyat. Mulai dari sistem ekonomi, banyak masalah yang dilakukan para menteri Kabinet Merah Putih, dan beberapa program yang dijalankan sangat buruk,” katanya.

Tafdil juga menyebut perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran belum menunjukkan arah kebijakan yang jelas untuk kepentingan masyarakat luas.

“Perjalanan kepemimpinan Prabowo-Gibran tidak jelas dan tidak terarah untuk program seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, HMI Cabang Gowa Raya menyampaikan sekitar 13 tuntutan. Beberapa di antaranya adalah desakan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi serta menghapus program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ada sekitar 13 tuntutan yang kami orasikan di jalan. Di antaranya turunkan harga BBM nonsubsidi dan hapus program MBG,” ungkap Tafdil.

Ia mengklaim HMI Cabang Gowa Raya telah beberapa kali turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan serupa. Namun, menurutnya, aspirasi yang disampaikan belum mendapat respons sesuai harapan.

“HMI Cabang Gowa Raya sudah 10 kali melakukan aksi demonstrasi, tetapi tidak satu pun terealisasi,” katanya.

Hingga malam hari, aksi unjuk rasa masih berlangsung di sekitar Jalan Sultan Alauddin. Kepadatan kendaraan masih terjadi di jalur menuju Kabupaten Gowa akibat konsentrasi massa dan penutupan sebagian badan jalan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version