KabarMakassar.com — Aksi demonstrasi Aliansi Rakyat Takalar Menggugat menyebabkan kemacetan parah di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (14/09).
Kemacetan terjadi di kedua ruas jalan yang menghubungkan Makassar dan Jeneponto tersebut. Massa menggelar aksi di depan Kantor Bupati Takalar dan Kantor DPRD Takalar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait persoalan yang mereka nilai tengah dihadapi masyarakat.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg), pemadaman listrik yang berulang, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Massa juga melakukan orasi secara bergantian serta membakar ban bekas di tengah jalan. Kobaran api dan kepulan asap hitam sempat memenuhi area aksi dan mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Trans Sulawesi.
Para demonstran meminta pimpinan daerah turun langsung menemui massa untuk memberikan penjelasan serta solusi terhadap sejumlah persoalan yang menjadi tuntutan mereka.
Massa aksi juga menyoroti sikap Bupati Takalar, Firdaus Manye, yang dinilai belum merespons tuntutan mereka secara langsung. Mereka berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang dialog dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Jenderal Lapangan Aliansi Rakyat Takalar Menggugat, Rizal Keca, meminta seluruh pemangku kepentingan terkait segera mencari solusi terhadap kondisi yang dinilai memprihatinkan masyarakat Takalar.
“Kami meminta semua stakeholder yang terkait untuk segera mencarikan solusi terhadap kondisi hari ini yang sangat memprihatinkan terhadap masyarakat Takalar,” kata Rizal.
Hingga berita ini diturunkan, massa Aliansi Rakyat Takalar Menggugat masih bertahan di lokasi untuk menyampaikan tuntutannya.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi masih tersendat. Aparat keamanan setempat melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi.













