Indeks
News  

Dari Laut ke Ekspor, Rajungan Hidupi Mayoritas Warga Kuri Caddi

Dari Laut ke Ekspor, Rajungan Hidupi Mayoritas Warga Kuri Caddi
Rajungan jadi mata pencaharian masyarakat Kuri Caddi Maros (Dok: Nofi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Masyarakat Kuri Caddi memiliki hubungan yang istimewa dengan kepiting rajungan.

Kepala Dusun Kuri Caddi, Sapri, mengungkapkan, sebanyak 90 persen masyarakat Kuri Caddi menggantungkan hidup dan bermata pencaharian dari kepiting rajungan.

Ia menuturkan terdapat tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh masyarakat sebelum akhirnya kepiting rajungan dapat di distribusikan.

“Kepiting rajungan ditangkap langsung secara liar oleh masyarakat di laut, kemudian hasil tangkapan dibeli oleh pengumpul untuk diolah dan direbus,” terangnya, Sabtu (18/07).

“Usai direbus, kemudian kepiting dipindahkan ke gudang untuk proses pengupasan daging,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, jika hasil pengupasan kemudian dibawa ke PT Kima untuk diekspor, yang biasanya di kirim ke Amerika Serikat.

Sapri menuturkan, perempuan di wilayah Kuri Caddi turut berperan dalam melakukan proses pengupasan kepiting.

“Industri atau perusahaan biasanya merekrut dan melatih ibu-ibu atau perempuan setempat untuk melakukan proses pengupasan kepiting, sehingga menjadi bagian dari kegiatan ekonomi mereka,” jelasnya.

Kepiting rajungan, kata Sapri, diharapkan agar tetap ada, tidak punah dan mampu menjadi mata pencaharian bagi generasi-generasi yang akan datang.

“Nelayan turut diimbau untuk menangkap secara bijak. Seperti tidak menangkap kepiting yang sedang bertelur agar mereka dapat menetaskan bibit-bibit kepiting baru,” jelasnya.

Terkait dengan stabilitas harga sendiri, pihaknya berharap, agar harga kepiting yang kini dinilai sudah tinggi mampu bertahan demi meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Ia turut mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan oleh PT Kobexindo Tractors Tbk, terkhususnya yang memiliki nilai amat bermanfaat karena berfungsi menyediakan rumah-rumah bagi biota laut.

“Termasuk kepiting rajungan agar dapat hidup dengan baik,” tuturnya.

Masyarakat berharap, kegiatan penanaman ini tak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan terus diawasi agar mangrove mampu tumbuh sesuai harapan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version