KabarMakassar.com — Jajaran Kodim 1425/Jeneponto membuktikan komitmennya dalam membangun kemandirian pangan di daerah. Hal ini ditandai dengan aksi panen raya jagung di atas lahan ketahanan pangan seluas dua hektar di Dusun Bontojai, Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Rabu (1/4).
Dandim 1425/Jeneponto Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa turun langsung ke tengah ladang. Ia bersama para prajurit dan warga setempat memetik hasil kerja keras yang dimulai dari pengolahan lahan hingga masa panen tiba.
Letkol Inf Abdul Muthalib menegaskan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang dilandasi semangat pantang menyerah.
Bahkan menurutnya, setiap jengkal lahan yang dimanfaatkan adalah bagian dari perjuangan membangun ketahanan pangan nasional.
“Panen ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi wujud dari tekad dan kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kemauan dan kerja keras, setiap lahan bisa menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” tegas Abdul Muthalib.
Baginya, hamparan jagung yang menguning menjadi simbol bahwa TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan di sektor pertanian.
Abdul Muthalib menyebut ketahanan pangan harus dibangun dari level desa dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ia pun mengajak masyarakat Jeneponto untuk tidak ragu mengelola potensi lahan yang ada di sekitarnya. Sektor pertanian, menurutnya, memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan jika dikelola secara berkelanjutan.
“Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Kami berharap, apa yang dilakukan hari ini bisa menjadi inspirasi dan memicu semangat masyarakat untuk terus bergerak, membangun kemandirian pangan demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus bagi para petani di Kabupaten Jeneponto untuk terus memanfaatkan lahan produktif mereka secara maksimal guna mencapai kedaulatan pangan yang mandiri.













