KabarMakassar.com — Rupiah melanjutkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (10/08).
Menurut data Refinitiv, rupiah mengalami apresiasi sebanyak 0,48 persen ke posisi Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS), usai pada 7 Agustus 2026 lalu ditutup menguat 0,14 persen ke Rp17.885 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi walau indeks dolar AS (DXY) mencoba bangkit di perdagangan Asia.
Dolar masih berada di sekitar level terendah dalam dua bulan terakhir setelah data ketenagakerjaan AS Juli menunjukkan pelemahan.
AS secara tak terduga kehilangan lapangan kerja pada bulan Juli. Sedangkan data dua bulan sebelumnya turut direvisi turun cukup tajam.
Kondisi itu menurunkan ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September.
Peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan sekitar 44 persen. Turun dari 67 persen pada pekan lalu.
Ekspektasi kebijakan The Fed turut menekan imbal hasil US Treasury 10 tahun ke sekitar 4,637 persen.
Penurunan yield itu mengurangi daya tarik dolar AS dan memberikan ruang untuk penguatan mata uang negara berkembang, tak terkecuali rupiah.
Pasar saat ini berfokus pada data inflasi AS yang bakal dirilis pekan ini. Data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk arah kebijakan The Fed. Selain dolar dan inflasi, harga minyak juga menjadi perhatian.
Dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) dijadwalkan merilis Survei Konsumen Juli pada Senin. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) diproyeksikan turun menjadi 116 dari 117,8 pada Juni.
IKK Juni sendiri telah turun dari 120,9 dan menjadi yang paling rendah sejak bulan September 2025.
Hal itu dipengaruhi oleh melemahnya penilaian atas kondisi ekonomi hingga ketersediaan lapangan kerja. Walau diperkirakan melemah, IKK masih ada di atas 100 sehingga konsumen tetap dalam zona optimistis.
Data itu akan dicermati guna mengukur ketahanan konsumsi rumah tangga usai ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II-2026.
Konsumsi yang tetap kuat memiliki potensi menopang kepercayaan atas ekonomi domestik serta pergerakan rupiah.













