kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Cek Fakta; Aksi Pencurian Dua Bocah SD di Lamalaka Bantaeng

KabarSelatan.id — Aksi pencurian anak di Desa Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan beredar luas di  jejaring media sosial Whatsapp hingga viral

Video berdurasi 39 detik itu pun dishare ratusan kali oleh pengguna Whatsapp hingga membuat heboh warga net.

Dalam unggahan video tersebut, seorang wanita merekam puluhan warga yang panik di tengah jalan raya sambil berkomentar secara histeris.

"Lari, pencuri anak-anak di Lamalaka. Masakanka, manami orangnya? Ih…kodong nabawaki beng itu anak-anaka," ucap perempuan dalam unggahan yang diterima tim KabarSelatan.id, Kamis (19/1).

Rekaman itu juga mempertontonkan seorang perempuan berpakaian daster dengan corak berwarna merah dan warna biru melontarkan kata kepada sang pengunggah video.

"Jari (jadi) Kombong? Lalu dijawab, anremi nak, anremi (tidak ada) naallei (curi) anak-anak ri sekolayya dende, cucungku joka rikodong naalle," ucap perempuan yang mengaku nenek anak sekolah dalam rekaman tersebut.

Berdasarkan cek fakta yang dilakukan oleh tim  KabarSelatan.id,  bahwa peristiwa tersebut terjadi di Sekolah Dasar (SD) Ujung La'bu, Desa Lamaka, Kabupaten Bantaeng, Sulsel.

Dimana, korban yang dilaporkan diculik adalah dua bocah perempuan bernama Suci dan Nurul.

Namun faktanya, aksi pencurian anak sekolah tersebut tidak terjadi atau "Hoax".

Hal itu diungkapkan oleh salah seorang petugas kepolisian ketika memberikan keterangan didepan kamera warga.

"Jadj, isu penculikan anak di SD Ujung La'bu, itu tidak benar, sebenarnya itu anak pulang sekolah dia langsung ke rumah temannya untuk kerja kelompok jadi inilah anaknya," ucap petugas Babinkamtibmas ini.

Video unggahan berdurasi 1 menit 30 detik itu pun menunjukkan dua perempuan, yakni sang ibu dan ibu guru dari dua anak yang dilaporkan telah diculik.

"Jadi inilah anaknya, inilah gurunya, ini orang tuanya, jadi saat anak tersebut pulang sekolah, anak tersebut tidak melaporkan ke orang tuanya untuk bekerja kelompok di rumah temannya," ungkapnya.

"Setelah itu, datanglah orang tuanya mencari, dimana anakku? Karena orang tuanya yang panik selama adanya isu yang selama ini terjadi maka memancinglah tetangga," tanya petugas  bhabinkamtibmas kepada orang tua siswa ini.

error: Content is protected !!