KabarMakassar.com — Ditengah Banyaknnya pejualan antimikroba terkhusus Anti biotik yang masih marak kita temukan beredar bebas di Pasaran, RSUD Bulukumba mengelar penyuluhan kesehatan terkait Penggunaan Antibiotik yang yang baik di depan poli yang dibawakan oleh DR Utma Laela Warka, Sp.MK, Jumat
dr. Utma Laela Warka,Sp.MK adalah dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik di Laboratorium RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dan juga salah satu pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI)
Kegiatan edukasi dan penyuluhan ini juga dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistensi Antibiotik Sedunia diikuti oleh para pasien dan pengunjung rumah sakit dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak.
Dalam pemaparannya, dr. Utma memberikan penjelasan mendalam mengenai ketentuan penggunaan antibiotik, termasuk apa yang dimaksud dengan antibiotik, bagaimana cara kerja obat tersebut, serta risiko yang ditimbulkan jika digunakan secara tidak tepat.
Ia menekankan bahwa antibiotik bukan obat untuk semua jenis penyakit, terutama bukan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus. Karena itu, pasien diimbau untuk selalu menggunakan antibiotik sesuai resep dan petunjuk dokter.
“Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi, sehingga ke depannya obat ini tidak lagi efektif. Ini bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada masyarakat luas,” jelasnya.
Selain memberikan edukasi, dr. Utma juga mengajak pasien dan pengunjung untuk berperan aktif dalam mencegah resistensi antibiotik, seperti tidak meminta antibiotik jika dokter tidak meresepkannya, menghabiskan obat sesuai aturan pakai, serta tidak menyimpan atau membagikan antibiotik kepada orang lain.
Ia berharap kesadaran masyarakat mengenai bahaya resistensi antibiotik semakin meningkat dan mampu mendorong terciptanya perilaku penggunaan antibiotik yang lebih bertanggung jawab.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masa kini sekaligus menjaga efektivitas antibiotik bagi generasi mendatang.
