KabarMakassar.com — Sejumlah langkah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mencegah terjadinya kasus Hepatitis Akut pada anak di Makassar.
Diketahui kasus Hepatitis Akut misterius yang menyebabkan tiga pasien anak di Indonesia meninggal pada akhir April lalu kini menjadi ancaman baru.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) per 1 Mei terdapat sedikitnya 228 kasus dari 20 negara.
Meski begitu, kasus Hepatitis Akut tersebut belum terjadi di Kota Makassar maupun wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah menyebut saat ini belum terdapat sama sekali kasus Hepatitis Akut misterius pada anak di Makassar.
"Alhamdulillah tidak ada," ungkapnya, Jumat (13/5).
Kendati demikian, pihaknya melakukan langkah preventif atau pencegahan dengan meningkatkan edukasi terkait Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di semua puskesmas yang ada di Kota Makassar
"Semua puskesmas meningkatkan edukasi terkait phbs dan terus menerus meningkatkan SKDR," sambungnya.
Sementara itu, langkah lain juga diambil Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin dengan menutup kantin sekolah guna mencegah terjadinya kasus Hepatitis Akut yang disebabkan oleh virus yang menyebar melalui makanan.
Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dan meminta kepala sekolah tingkat SD dan SMP untuk tidak membuka kantin.
"Kantin di sekolah untuk saat ini belum boleh buka. Selain untuk pencegahan penyebaran Covid-19, juga hepatitis akut," pungkasnya
Pihaknya pun menghimbau para orang tua murid untuk menyiapkan bekal makanan saat berangkat sekolah guna menghindari para siswa jajan sembarangan diluar sekolah.
"Kita imbau orangtua agar mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan sehingga siswa tidak jajan sembarangan," jelasnya













