KabarMakassar.com — Aktivitas peternakan babi di kawasan permukiman Jalan H. Kalla Campagaya, Kelurahan Panaikang, menuai protes keras dari warga sekitar.
Keluhan terkait bau, kenyamanan, hingga potensi dampak kesehatan mendorong pemerintah kecamatan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Camat Panakkukang, Syahril, bersama Lurah Panaikang, Muthmainnah, meninjau lokasi peternakan untuk memverifikasi laporan yang sebelumnya disampaikan warga secara resmi, pada Senin (06/04).
Langkah cepat ini diambil setelah adanya aduan masyarakat yang menilai aktivitas peternakan tersebut mengganggu lingkungan sekitar, terutama bagi warga yang tinggal berdekatan dengan lokasi usaha.
“Kami tidak akan membiarkan persoalan ini berlarut. Semua laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dan diverifikasi langsung di lapangan,” tegas Syahril.
Hasil peninjauan awal, pihak kecamatan memastikan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut melalui jalur mediasi. Pertemuan antara pihak peternak dan warga dijadwalkan dalam waktu dekat untuk mencari solusi yang adil.
“Kami akan dudukkan bersama semua pihak. Harus ada solusi yang tidak merugikan warga, tapi juga mempertimbangkan aspek usaha,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap aktivitas usaha di wilayahnya wajib memperhatikan dampak lingkungan dan tidak boleh mengganggu hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat.
“Lingkungan permukiman harus tetap nyaman. Tidak boleh ada aktivitas yang menimbulkan dampak negatif bagi warga,” tambahnya.
Pemerintah Kecamatan Panakkukang memastikan akan mengawal proses penyelesaian kasus ini hingga tuntas, ” ini juga untuk menjaga kondusivitas dan keharmonisan antarwarga di wilayah Panakukang,” tukasnya.













