KabarMakassar.com — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Sarinawati, salah satu staf anggota DPRD Kota Makassar asal Bone yang menjadi korban peristiwa demonstrasi 29 Agustus lalu.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman hadir memberikan santunan dan berbagai fasilitas untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Selain memperoleh rumah subsidi dari pemerintah pusat bersama tiga keluarga korban lainnya, keluarga Sarina juga mendapat perhatian khusus dari Bupati Bone. Bupati Andi Asman menyerahkan sejumlah bantuan, mulai dari fasilitas umrah hingga sarana pertanian.
“Insya Allah kita sudah siapkan fasilitas untuk ibadah umrah. Selain itu, kita bantu juga kebutuhan di bidang pertanian, seperti traktor. Tahun depan, jalan desa menuju rumah Sarina juga akan diperbaiki,” ujar Andi Asman, di Perumahan Green Sulawesi Kabupaten Gowa saat penyerahan rumah ke keluarga korban, Kamis (11/09).
Menurutnya, bantuan ini bukan sekadar santunan, tetapi bentuk pendampingan jangka panjang bagi keluarga yang ditinggalkan. “Kita tidak ingin keluarga korban merasa sendirian. Pemerintah daerah akan terus hadir mendampingi mereka melewati masa-masa sulit ini,” tegasnya.
Andi Asman juga menyampaikan pesan khusus kepada orang tua Sarina agar tetap tabah menghadapi musibah. Ia memahami betul perasaan kehilangan anak semata wayang. Dengan suara bergetar, Bupati Bone mengenang pengalamannya sendiri kehilangan putri pertamanya akibat kecelakaan lalu lintas.
“Pasti sakit rasanya, apalagi anak satu-satunya. Saya juga pernah mengalami. Anak pertama saya, perempuan, meninggal karena ditabrak mobil. Kalau saya ingat itu, sedih sekali. Tapi kita harus tabah, karena semua sudah ketetapan Allah SWT,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kepergian Sarina bukanlah akhir, melainkan jalan menuju tempat terbaik di sisi Allah. “Anaknya itu insya Allah surga jaminannya, karena meninggal dalam keadaan bertugas. Semoga ibunya tetap semangat dan tidak larut dalam kesedihan,” kata Andi Asman.
Asman berharap santunan ini menjadi penyemangat bagi keluarga Sarina untuk bangkit kembali menata kehidupan. Ia juga menekankan pentingnya gotong royong dan solidaritas antarwarga Bone dalam menguatkan keluarga korban.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Mari kita saling menguatkan, agar keluarga korban bisa kembali menata hidup dengan penuh semangat,” tutupnya.
