KabarMakassar.com — Ketua KNPI Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2025–2028, Vonny Ameliani, menegaskan komunikasi dengan rivalnya, Fadel Tauphan Ansar, berjalan baik pasca dinamika Musyawarah Daerah (Musda) yang sempat memunculkan dualisme kepemimpinan beberapa waktu lalu.
Vonny menyebut dukungan politik terhadap dirinya telah ditegaskan oleh Partai Gerindra melalui Sekjen DPP serta Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Aras.
“Berdasarkan senioritas dan berbagai pertimbangan, partai sudah menyampaikan bahwa saya yang didukung untuk menjadi Ketua KNPI Sulsel,” ujar Vonny, Sabtu (28/02).
Meski demikian, ia memastikan hubungan personal dan komunikasi dengan Fadel tetap terjaga.
“Komunikasi berjalan lancar, baik. Fadel merespons dengan baik dan ingin mengonfirmasi kembali penyampaian Ketua DPD. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan dipertemukan secara langsung,” katanya.
Terkait sikap Dewan Pimpinan Pusat KNPI, Vonny mengaku masih menunggu proses finalisasi internal.
“Sikap DPP masih menunggu finalisasi. Mungkin internal mereka juga,” ucapnya singkat.
Di sisi lain, Vonny menyatakan struktur kepengurusan DPD KNPI Sulsel sudah mulai terisi melalui beberapa kali rapat formatur. Namun, pihaknya tetap membuka ruang bagi kubu lain untuk bergabung.
“Kami masih membuka diri, termasuk merangkul kubu Fadel. Kami ingin kolaborasi,” tegasnya.
Menurutnya, kepemimpinan di KNPI bukan sekadar soal jabatan. Ia mengaku telah cukup matang dalam dunia politik setelah dua periode duduk sebagai anggota DPRD Provinsi dan memimpin Gerindra di Jeneponto.
“Yang ingin saya lakukan hanyalah merangkul anak-anak muda Sulawesi Selatan sebanyak-banyaknya agar kita bisa berkembang dan sukses bersama,” ujarnya.
Diketahui, dinamika Musda KNPI Sulsel pada 9 Desember 2025 lalu melahirkan dua forum berbeda yang sama-sama menetapkan ketua untuk periode 2025–2028. Vonny berharap proses finalisasi di tingkat pusat dapat mengakhiri polemik tersebut.
“Harapannya sudah tidak ada dualisme lagi,” tukasnya.














