KabarMakassar.com — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kota Makassar mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar terus memperluas distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak di musim kemarau.
Kepala BPBD Kota Makassar Muhammad Fadli mengatakan, penyaluran air kini telah menjangkau 173 titik yang tersebar di 27 kelurahan pada enam kecamatan.
Distribusi dilakukan secara rutin setiap hari dengan menyasar puluhan titik kekeringan. Dalam sehari, BPBD mengirimkan suplai air ke sekitar 20 hingga 30 titik.
“Untuk saat ini kami melakukan penyaluran langsung kepada masyarakat di 173 titik se-Kota Makassar, di 27 kelurahan, di enam kecamatan,” kata Fadli nama karibnya, Kamis (27/08).
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan dengan mengirimkan air kepada warga. BPBD juga mendorong adanya penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri di wilayah yang terdampak.
Fadli mengatakan, distribusi akan terus diperluas agar seluruh wilayah yang mengalami kekeringan mendapatkan suplai air.
“Penyaluran itu kita lakukan setiap hari 20 sampai 30 titik setiap harinya. Ke depan kita akan merata di semua kecamatan yang terdampak itu,” ujarnya.
Untuk penyaluran terbaru, BPBD menyasar 30 titik yang berada di wilayah Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Panakkukang.
Fadli menegaskan pemerintah berupaya memastikan warga terdampak tidak menghadapi kondisi kekeringan seorang diri, terutama di tengah dampak fenomena El Nino.
“Mudah-mudahan ini bisa memberikan bukti kepada masyarakat bahwa masyarakat tidak sendiri dalam kekeringan ini,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya mengukur penanganan dari jumlah tangki atau volume air yang disalurkan. Menurutnya, keberadaan pemerintah di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kekeringan.
“Kami pemerintah berkomitmen yang kuat untuk mengawal ini. Bukan seberapa banyak air yang kita antarkan ke masyarakat, seberapa tangki air yang kita kepada masyarakat,” tutur Fadli.
BPBD Makassar memastikan distribusi air akan terus dilakukan selama wilayah masyarakat masih terdampak kekeringan. Langkah tersebut ditujukan agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi dan masyarakat mampu bertahan di tengah kondisi kekeringan.
“Kami peduli sehingga nantinya masyarakat bisa tersuplai air dan masyarakat bisa bertahan di tengah kekeringan El Nino ini,” tukasnya.













