kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kemenag dan Polres Toraja Utara Gelar Pembinaan Rohani bagi Tahanan

Kemenag dan Polres Toraja Utara Gelar Pembinaan Rohani bagi Tahanan
Dilakukan pembinaan rohani melalui pelaksanaan ibadah bersama bagi para warga binaan (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Toraja Utara dan Polres Toraja Utara dilakukan dengan menggelar pembinaan rohani melalui pelaksanaan ibadah bersama bagi para warga binaan yang tengah menjalani masa tahanan di Mapolres Toraja Utara, Kecamatan Tondon, Toraja Utara, Rabu (26/08).

Pelayanan rohani ini sebagai wujud kepedulian institusi kepolisian dalam memberikan perhatian, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi kemanusiaan dan spiritualitas kepada mereka yang sedang mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pihak Kemenag hadir secara khusus bertindak sebagai pelaksana dan pemandu jalannya ibadah tahanan, memastikan pelayanan spiritual berjalan penuh hikmat dan memberikan dampak positif bagi mental para warga binaan.

Pelayanan firman Tuhan dalam ibadah tersebut dibawakan oleh Novianto Rombe, yang mengutip perikop Alkitab dari Kitab Yesaya 43:18-19. Pesan Alkitabiah tersebut mengajak para tahanan untuk melupakan masa lalu yang kelam dan menyongsong pembaharuan hidup yang ditawarkan oleh Tuhan melalui pertobatan yang sungguh-sungguh.

Kapolres Toraja Utara juga berkesempatan memberikan arahan secara langsung di hadapan para tahanan untuk memberikan motivasi agar mereka tidak berkecil hati dan memanfaatkan masa penahanan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri secara menyeluruh.

Melalui Kasi Humas AKP Sette Marrung, Kapolres Toraja Utara menegaskan komitmen Polres Toraja Utara untuk terus memanusiakan para tahanan. Pembinaan ini merupakan langkah nyata bersama Kemenag Toraja Utara untuk menyentuh sisi spiritual para tahanan.

“Kami berharap momentum ibadah ini menjadi sarana introspeksi diri yang mendalam, sehingga kelak ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka tumbuh menjadi pribadi yang baru, lebih baik, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi,” ujarnya.

Pendekatan humanis ini diharapkan mampu menekan risiko residivisme dan mempersiapkan para tahanan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif dan taat hukum di masa depan, serta dapat menanamkan nilai-nilai moral dan keagamaan yang kuat kepada para tahanan.