Indeks
News  

BPBD Gandeng 23 Kampus Perkuat Mitigasi Bencana di Makassar

BPBD Gandeng 23 Kampus Perkuat Mitigasi Bencana di Makassar
23 Kampus di Makassar saat Melakukan Penandatanganan Kesepakatan Memperkuat Mitigasi dan Menyiapkan Sumber Daya Menghadapi Bencana (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dasar menghadapi bencana.

Kolaborasi ini menyasar mahasiswa sebagai kelompok yang akan dibekali pengetahuan dan pengalaman langsung terkait mitigasi, kesiapsiagaan hingga penanganan kondisi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi menjadi strategi untuk memperluas kapasitas kebencanaan di luar unsur pemerintah dan petugas penanggulangan bencana.

“Kolaborasi ini menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia kebencanaan di Kota Makassar,” kata Fadli, Selasa (14/7).

BPBD menargetkan sedikitnya 1.000 mahasiswa dari masing-masing perguruan tinggi terlibat dalam program tersebut. Jika target itu tercapai, sekitar 23 ribu mahasiswa diproyeksikan memiliki kompetensi dasar kebencanaan.

Para mahasiswa nantinya tidak hanya menerima materi secara teori. Mereka diarahkan mengikuti pembelajaran dan praktik lapangan yang disesuaikan dengan ketentuan serta kurikulum perguruan tinggi masing-masing.

“Mahasiswa akan belajar langsung di lapangan sehingga memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penanggulangan bencana,” ujarnya.

Menurut Fadli, pola pembelajaran lapangan diperlukan agar mahasiswa memahami tahapan penanggulangan bencana secara langsung, mulai dari mitigasi risiko, kesiapsiagaan hingga respons ketika terjadi bencana.

BPBD juga berharap mahasiswa yang terlibat dapat menjadi agen edukasi kebencanaan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dengan demikian, budaya sadar terhadap risiko bencana dapat diperluas melalui keterlibatan generasi muda.

Fadli menilai ketangguhan suatu daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi situasi darurat juga dinilai menjadi kebutuhan.

“Ketangguhan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas, kepedulian, dan kesiapan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Kota Makassar,” jelasnya.

Kerja sama BPBD dengan 23 perguruan tinggi itu dituangkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI).

Melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi, BPBD menargetkan terbentuknya ekosistem kebencanaan yang melibatkan lebih banyak unsur dalam pengurangan risiko bencana.

“Kerja sama 23 perguruan tinggi ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kota yang semakin tangguh, adaptif, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor,” tutup Fadli.

error: Content is protected !!
Exit mobile version