kabarbursa.com
kabarbursa.com

BMKG Ungkap 4 Provinsi Rawan Karhutla, Warga Diminta Waspada

BMKG Ungkap 4 Provinsi Rawan Karhutla, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi Karhutla (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia akan terjadi di empat provinsi yang saat ini terpantau memiliki hotspot signifikan.

Keempat wilayah yang menjadi perhatian tersebut diantaranya Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Papua Selatan, dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Peringatan itu disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Jumat (21/08).

Ia menjelaskan kondisi atmosfer saat ini cenderung kering dan minimnya pertumbuhan awan dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan risiko karhutla yang tinggi pada empat provinsi tersebut.

“Itu hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, artinya ada api di sana,” kata Faisal.

Berdasarkan analisis BMKG per 19 Agustus 2026, empat provinsi tersebut menjadi wilayah prioritas karena memiliki jumlah hotspot yang cukup signifikan.

BMKG memproyeksikan kondisi kering masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Potensi pertumbuhan awan yang terbatas juga menjadi tantangan dalam upaya mitigasi karhutla yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut membuat pencegahan kebakaran perlu diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

BMKG sebelumnya telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di beberapa wilayah seperti Pekanbaru, Palangkaraya dan Pontianak.
Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan yang dapat disemai.

Faisal menyebut musim hujan diproyeksikan baru mulai memasuki sejumlah wilayah pada pertengahan Oktober. Artinya, potensi karhutla masih perlu diwaspadai sebelum peningkatan curah hujan terjadi.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Semoga dapat disimak oleh seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menjadi sumber kebakaran lahan dan hutan,” ujar Lasarus.

Peringatan BMKG tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca yang masih relatif kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sementara pemerintah daerah di wilayah rawan didorong memperkuat pemantauan dan langkah pencegahan.