KabarMakassar.com — Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Sulawesi Selatan memperkirakan cuaca ekstrim untuk wilayah Sulsel mengalami peningkatan.
Kordinator Bidan Data dan Informasi Hanafi Hamzah mengatakan dua hari lalu telah mengeluarkan informasi tentang peringatan dini cuaca ekstrim wilayah Sulsel periode 18-20 Januari 2022 dan tanggal 20 masih periode yang mungkin kita perkirakan kondisi cuaca ekstrim masih berpotensi akan terjadi.
“Dari pengamatan BMKG hingga hari ini masih ada peningkatan curah hujan yang paling utama curah hujan yang dari pengamatan kemarin tanggal 18 yang tercatat hari ini masuk dalam kategori lebat 89 mili meter kondisi ini sangat kita waspadai dua hari kedelapan,”pungkasnya, Rabu (19/01).
Menurutnya kondisi cuaca ekstrim ini bisa dikatakan badai, karena faktor dari curah hujan yang sangat tinggi.
“Memang itu badai karena semua sestem badai mengatakan curah hujan yang tinggi kemudian angin nya kencang Kemudian ada aspek lain yang menyebabkan banjir dan longsor,”bebernya.
Tidak hanya itu, ia menjelaskan bahwa informasi dilihat dari dinamika atmosfir, mulai dari angina pendeteksi curah hujan, mobail pendeteksi curah 18,19 dan 20 Januari dan itu semua menunjukkan Sulsel kemungkinan besar terjadinya hujan yang cukup deras.
“Kemudian gelombang laut signifikan di perairan selat Makassar, perairan Selayar, dan perairan Takabonerate yang tidak aman buat berlayar buat perahu-perahu nelayan. kemudian ini adalah wilayah pantauan hujan Sulawesi Selatan dimana sebagian besar sudah musim hujan,”jelasnya.













