kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bea Cukai Makassar Musnahkan Ribuan Pakaian Thrifting Ilegal

Bea Cukai Makassar Musnahkan Ribuan Pakaian Thrifting Ilegal
pemusnahan barang ilegal oleh Bea Cukai Makassar (Dok: Atri KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Makassar memusnahkan 873 bal pakaian bekas impor (thrifting) dan sejumlah barang ilegal. Barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penindakan sejak Agustus 2024 hingga Juni 2025 lalu.

Kepala KPPBC TMP B Makassar, Ade Irawan mengatakan pemusnahan ini sebagai bentuk bahwa pihaknya berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan perdagangan yang tidak sehat.

“Seluruhnya telah ditetapkan sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) dan mendapat persetujuan pemusnahan dari Kementerian Keuangan melalui DJKN serta KPKNL Makassar,” kata Ade kepada wartawan usai pemusnahan, Selasa (09/09).

Adapun barang yang dimusnahkan oleh Bea cukai yaitu pakaian thrifting sebanyak 873 bal berukuran besar, kemudian sebanyak 5,48 juta batang rokok ilegal berbagai merek, 2.327 liter minuman mengandung etil alkohol, serta 2.100 kosmetik dan barang penumpang lain yang tidak sesuai ketentuan.

“Total perkiraan nilai barang mencapai Rp12 miliar dengan potensi kerugian negara sekitar Rp5,9 miliar,” sebutnya.

Ade menerangkan bahwa pemusnahan barang ilegal tersebut dilakukan secara simbolis di kantor Bea Cukai Makassar. Nantinya, seluruh barang ilegal ini akan dimusnahkan secara massal di fasilitas pengolahan limbah PT KIMA Makassar dengan cara dibakar.

“Langkah ini bukti nyata bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas karena peredaran barang ilegal bisa mengganggu stabilitas keamanan, perekonomian, dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Selain penindakan, Bea Cukai Makassar juga menyelesaikan 58 perkara cukai melalui mekanisme ultimum remedium dengan nilai pendapatan negara Rp589 juta, dan mendapat dukungan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, kejaksaan, TNI, hingga Satpol PP.

“Dengan bahu-membahu, kita wujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan merata, sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!