kabarbursa.com
kabarbursa.com

BBPOM Makassar Temukan 40 Makanan Kedaluwarsa di Gowa dan Makassar

BBPOM Makassar Temukan 40 Makanan Kedaluwarsa di Gowa dan Makassar
BBPOM Makassar saat Sidak (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar menemukan puluhan produk makanan kedaluwarsa yang masih beredar di pasaran.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengungkapkan bahwa dari total 251 jenis makanan yang diperiksa, sebanyak 40 di antaranya dinyatakan telah melewati masa kedaluwarsa. Produk tersebut umumnya berupa makanan kemasan dan makanan kaleng.

“Selama kami melakukan sidak di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar, ditemukan 40 jenis makanan kemasan atau kaleng yang sudah kedaluwarsa,” ujar Yosef dilansir dari laman resmi BBPOM, Selasa (30/12).

Ia menjelaskan, sidak dilakukan di berbagai lokasi penjualan, mulai dari ritel modern, toko dan warung, hingga pasar tradisional. Kegiatan pengawasan tersebut dilaksanakan bersama instansi terkait sebagai langkah preventif untuk melindungi konsumen.

“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan makanan yang beredar aman dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat,” katanya.

Terhadap pelaku usaha yang kedapatan menjual produk kedaluwarsa, BBPOM Makassar langsung mengambil tindakan. Mereka diwajibkan menarik seluruh produk dari peredaran serta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.

“Semua barang yang kedaluwarsa diminta untuk segera ditarik, dan pemilik usaha juga menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi kejadian tersebut,” jelas Yosef.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap obat, makanan, dan minuman akan terus ditingkatkan hingga 31 Desember 2025. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun.

“Pengawasan bersama instansi terkait terus kami lakukan sampai akhir tahun, mengingat permintaan konsumsi meningkat, sehingga bahan pangan harus terus dipantau,” pungkasnya.

error: Content is protected !!