KabarMakassar.com — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar mengungkap empat organisasi perangkat daerah (OPD) yang mencatat realisasi terendah dalam evaluasi program hingga Agustus 2026.
Keempat OPD tersebut yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan, Dinas Penataan Ruang, dan Dinas Pertanahan.
Kepala Bappeda Kota Makassar H. Dahyal menyebut capaian keempat OPD tersebut pada Agustus masing-masing berada di angka 32 persen, 25 persen, 26 persen dan 39 persen.
“Untuk capaian SKPD dengan realisasi terendah ini ada Dinas PU, Dinas Perumahan, Dinas Penataan Ruang, Dinas Pertanahan. Itu untuk capaian di bulan Juni,” kata Dahyal dalam rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan program APBD Kota Makassar, Kamis (20/08).
Dahyal menjelaskan, angka tersebut telah mengalami perubahan dibandingkan capaian sebelumnya pada Juni. Namun, sejumlah OPD masih perlu mempercepat pelaksanaan program agar target kinerja dan realisasi anggaran dapat tercapai.
Di sisi lain, realisasi belanja daerah Makassar hingga Agustus 2026 tercatat Rp2,032 triliun dari total pagu Rp5,1 triliun. Dengan demikian, capaian belanja daerah berada di angka 40,55 persen.
Bappeda juga mencatat sejumlah indikator makro menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Makassar telah mencapai 6,61 persen, melampaui target 2026 sebesar 6,43 persen.
Untuk investasi, realisasi semester pertama mencapai Rp2,7 triliun dari target 2026 sebesar Rp3,5 triliun.
Sementara itu, Bappeda menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 3,46 persen pada 2026. Sebagai pembanding, angka kemiskinan pada 2025 masih berada di level 4,43 persen.
Dahyal menekankan percepatan realisasi program harus dilakukan sejak tahap perencanaan. Bappeda akan memperkuat penyusunan kerangka acuan kerja (KAK), timeline kegiatan, serta mempercepat proses dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).
“Timeline ini penting, supaya bukti pertanggungjawaban kita bahwa kita dimonitor sampai sekarang apa pekerjaan yang harus kita selesaikan,” ujarnya.
Ia juga meminta OPD yang menangani program strategis dan paket bernilai besar untuk tidak menunggu hingga akhir tahun.
“Bapak Ibu sekalian yang mengampu semua program strategis diharapkan memang bergerak lebih cepat, lebih awal,” tukas Dahyal.













