kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Bahaya Kecanduan Nonton Video Pendek di Media Sosial

Bahaya Kecanduan Nonton Video Pendek di Media Sosial
ilustrasi (dok. Pinterest)

KabarMakassar.com — Menonton video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts semakin marak di tengah masyarakat.

Aksesnya yang cepat dan kontennya yang menghibur membuat kebiasaan ini menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang, terutama generasi muda.

Namun, para ahli mulai memperingatkan tentang dampak buruk dari konsumsi berlebihan video pendek terhadap kesehatan otak dan mental.

Konten video pendek dirancang untuk memberikan hiburan instan dan cepat. Namun justru karena kemudahan ini, pengguna cenderung menghabiskan waktu lebih lama tanpa disadari.

Efeknya, kemampuan fokus dan konsentrasi menjadi menurun, terutama saat harus melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian jangka panjang, seperti membaca atau belajar.

“Video pendek membuat otak terbiasa dengan stimulasi cepat, sehingga aktivitas lain yang lebih lambat terasa membosankan,” jelas dr. Julian Raymond Irwen, Sp.KJ, dalam wawancara yang dikutip dari Merdeka.com.

Istilah “TikTok brain” kini digunakan untuk menggambarkan kondisi penurunan konsentrasi akibat paparan video pendek secara terus-menerus.

Sebuah studi di China bahkan menemukan bahwa anak muda yang kecanduan video pendek mengalami penurunan kontrol perhatian dan kesulitan menjalankan tugas-tugas berurutan.

Tak hanya soal fokus, kecanduan video pendek juga dikaitkan dengan gangguan tidur dan produktivitas. Banyak pengguna yang tak bisa berhenti menonton sebelum tidur, bahkan tak jarang menontonnya hingga larut malam.

Pola tidur pun terganggu, dan keesokan harinya pengguna merasa lelah serta sulit berkonsentrasi.

“Konten video pendek memicu pelepasan dopamin secara cepat dan berulang. Otak menjadi terbiasa dengan sensasi instan ini dan sulit merasa puas dengan hal-hal yang lebih sederhana,” tulis dalam artikelnya berjudul *Warning Issued Over ‘Brain Rot’.

Di sisi lain, para pakar menyatakan bahwa video pendek memang bukan sepenuhnya buruk. Konten edukatif dan positif tetap bisa bermanfaat jika dikonsumsi dengan sadar dan dalam jumlah yang wajar.

Namun, ketika pengguna merasa sulit berhenti, merasa gelisah jika tidak membuka aplikasi, atau waktu produktif terganggu, maka itu sudah masuk ke ranah kecanduan.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Misalnya, menetapkan batas waktu harian penggunaan media sosial, menjauhkan ponsel saat menjelang tidur, serta mengganti waktu layar dengan kegiatan seperti membaca, olahraga, atau bercengkerama langsung dengan orang terdekat.

“Yang penting bukan menghindari teknologi, tetapi bagaimana kita menggunakan teknologi secara sadar dan bertanggung jawab,” kata Aisha R. Shabazz, terapis perilaku dari Verywell Mind.

Kecanduan video pendek adalah isu nyata yang perlahan-lahan memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Dengan mengenali gejalanya lebih awal dan mengambil langkah sederhana, kita bisa mengembalikan kontrol atas perhatian dan waktu kita sendiri.

error: Content is protected !!