KabarMakassar.com — Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) berkomitmen untuk terus mendukung penurunan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar.
Bekerja sama dengan Polres Gowa, Asmo Sulsel menggelar edukasi safety riding di SMPN 1 Sungguminasa pada Selasa (12/08).
Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan berkendara yang aman sejak dini.
Edukasi diberikan oleh instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny yang memaparkan pentingnya menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap.
Ia menjelaskan secara rinci fungsi perlengkapan seperti helm, jaket, sarung tangan, dan celana panjang, yang semuanya berperan penting dalam meminimalkan risiko cedera saat terjadi kecelakaan.
Tak hanya itu, Wanny juga memberikan materi dan praktik langsung mengenai cara membonceng yang benar. Wanny menegaskan bahwa posisi lutut penumpang yang menempel atau menjepit pengendara akan membantu menjaga keseimbangan motor, terutama saat menghadapi kondisi darurat di jalan.
“Posisi ini akan membuat motor lebih stabil dan mengurangi risiko terjatuh. Maka dari itu, seharusnya ketika berboncengan, jangan ada jarak antara pengendara dan penumpangnya,” tukasnya.
“Kecelakaan itu berawal dari pelanggaran, maka harus tetap taat peraturan dan juga selalu cari aman,” lanjutnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kanit Dikyasa Polres Gowa, Awaluddin, yang turut mendukung penyampaian materi keselamatan berkendara kepada para siswa.
“Agar edukasi semacam ini bisa terus digelar secara rutin supaya kesadaran berlalu lintas semakin meningkat di kalangan pelajar,” terangnya.
Lebih lanjut, Kepala Sekolah SMPN 1 Sungguminasa, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Asmo Sulsel dan Polres Gowa atas inisiatif tersebut.
Menurutnya, pembekalan safety riding sangat penting diberikan sejak pelajar masih duduk di bangku sekolah. Ketika para siswa nantinya telah memiliki SIM, pengetahuan ini akan sangat berguna untuk menjaga keselamatan diri mereka di jalan.
Melalui kegiatan ini, Asmo Sulsel berharap generasi muda dapat menjadi pelopor keselamatan berkendara, meminimalkan risiko kecelakaan, dan membangun budaya berkendara yang lebih aman di masa depan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa yang berkendara juga selalu mematuhi peraturan yang berlaku.













