kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Appi Soroti OPD Makassar dengan Serapan Anggaran Rendah, Siapkan Evaluasi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menempatkan serapan anggaran sebagai salah satu fokus utama pemerintah kota sepanjang Juli 2026.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dijadwalkan menjalani evaluasi untuk memastikan realisasi belanja daerah berjalan sesuai target dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Appi menegaskan anggaran yang telah dialokasikan harus segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi.

“Belanja pemerintah harus cepat digelontorkan supaya perputaran ekonomi di masyarakat bisa berjalan. Selama bulan Juli ini saya akan panggil satu per satu OPD untuk melihat seperti apa realisasi belanjanya, apa kendalanya, dan kenapa belum dilaksanakan jika memang masih rendah,” ujar Appi, Selasa (7/7).

Ia mengatakan evaluasi tersebut juga bertujuan mengidentifikasi OPD yang memiliki serapan anggaran rendah agar dapat segera didorong menyelesaikan berbagai hambatan sebelum memasuki Agustus.

Menurutnya, tidak semua keterlambatan disebabkan lemahnya kinerja perangkat daerah. Beberapa proyek, kata dia, menghadapi persoalan teknis hingga kendala hukum yang menghambat proses pelaksanaan.

Appi mencontohkan proyek penataan Lapangan Karebosi yang belum dapat berjalan sesuai rencana karena masih menghadapi persoalan hukum yang harus dituntaskan terlebih dahulu.

“Karebosi seharusnya sudah jalan, tetapi masih ada persoalan hukum yang harus diselesaikan. Bagaimana mau dilanjutkan kalau masalah hukumnya belum selesai. Hal-hal seperti ini yang harus dijelaskan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah akan terus mengawal penyelesaian berbagai hambatan tersebut agar belanja daerah tidak tertunda terlalu lama.

Appi menilai percepatan realisasi APBD akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat karena dana pemerintah segera beredar melalui pelaksanaan program dan proyek pembangunan.

“Anggarannya sudah ada, tinggal dijalankan. Semakin banyak anggaran yang dibelanjakan pemerintah, semakin besar serapan yang diterima masyarakat dan semakin kuat perputaran ekonomi,” tukasnya.

error: Content is protected !!