KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan skema penilaian lingkungan berbasis wilayah hingga tingkat RT dan RW sebagai upaya memperkuat kepedulian lingkungan, pemberdayaan warga, dan ketahanan pangan di perkotaan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), mengatakan skema tersebut dirancang agar pengelolaan lingkungan tidak bersifat seremonial, melainkan menjadi aktivitas yang berjalan secara berkelanjutan di tengah masyarakat Makassar.
“Kita siapkan sistem penilaian lingkungan yang turun sampai ke RT dan RW. Saya bahkan siapkan anggaran hingga Rp2 miliar, tapi ini harus terintegrasi dan berjalan terus, bukan sekadar lomba,” kata Appi.
Menurutnya, penilaian lingkungan tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan, tetapi mencakup berbagai aspek kehidupan warga di tingkat paling bawah. Mulai dari pengelolaan sampah, keamanan lingkungan, hingga upaya pemberdayaan ekonomi dan pangan melalui urban farming.
“Dalam satu RW harus ada sistem pengelolaan sampah. Bisa bank sampah, kompos, maggot, ekoenzim, atau model lain. Lalu bagaimana mereka memberdayakan wilayahnya, apakah dengan urban farming, vertical garden, peternakan kecil, atau perikanan darat,” jelasnya.
Appi menegaskan seluruh aktivitas di tingkat RT dan RW tersebut akan menjadi indikator penilaian pemerintah kota. Data akan direkap secara berjenjang dari RT, kelurahan, hingga kecamatan untuk menentukan wilayah yang dinilai paling aktif dan konsisten.
“Yang terbaik nanti akan kita berikan berbagai fasilitas. Ini sedang digodok oleh teman-teman dinas dan akan langsung diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, skema ini juga terintegrasi dengan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sehingga penilaian tidak hanya berorientasi pada lingkungan fisik, tetapi juga pada kualitas kehidupan sosial warga.
“Ini bukan hanya soal tanam-menanam. Ada kamtibmasnya, ada pemberdayaan warganya, ada kepedulian lingkungannya. Semua harus berjalan bersama,” tegas Appi.
Sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan perkotaan, Pemkot Makassar juga akan membangun dua greenhouse pada tahun ini sebagai pusat percontohan pengelolaan pangan di lahan terbatas.
“Greenhouse ini akan menjadi contoh bagaimana Makassar membangun ketahanan pangan meski lahannya sangat sempit,” tukasnya.













