Indeks
News  

Appi Minta Tindak Tegas Jukir Aniaya Pengendara di Makassar

Appi Minta Tindak Tegas Jukir Aniaya Pengendara di Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi angkat bicara terkait dugaan penganiayaan seorang pengendara mobil oleh juru parkir (jukir) yang viral di media sosial.

Ia menegaskan tindakan kekerasan tidak dapat ditoleransi dan harus diproses secara hukum.

“Ya tentu yang namanya kekerasan harus diproseslah, tidak bisa tidak,” tegas Appi menanggapi kasus tersebut, Minggu (12/7).

Appi menilai persoalan parkir semestinya dapat diselesaikan melalui komunikasi. Perbedaan pendapat antara pengendara dan jukir tidak boleh berujung pada tindakan fisik.

Menurutnya, ketika kekerasan terjadi, persoalan tersebut telah masuk ke ranah hukum dan harus ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semuanya bisa dibicarakan. Tapi kalau harus melakukan kekerasan, ini menurut saya sudah melanggar hukum dan harus diproses,” ujarnya.

Appi juga memberi perhatian terhadap pelayanan parkir di Kota Makassar. Ia meminta Perumda Parkir Makassar Raya memastikan petugas parkir tidak menunjukkan sikap arogan kepada masyarakat.

“PD Parkir pasti harus menjaga pelayan masyarakat. Tidak boleh ada arogansi yang muncul di dalam sana,” kata Munafri.

Ia mengingatkan pengelolaan parkir memiliki aturan dan dasar operasional. Jukir resmi juga dibekali atribut serta perangkat pendukung dalam menjalankan tugas di lapangan.

Karena itu, Appi meminta persoalan antara petugas parkir dan masyarakat diselesaikan dengan komunikasi, bukan kekerasan.

“Dibicarakan. Mereka punya dasar aturan, mereka punya atribut dan sebagainya,” tuturnya.

Appi menegaskan, apa pun persoalan yang terjadi di lapangan, tindakan kekerasan bukan jalan penyelesaian. Ia meminta kasus tersebut diproses jika terbukti telah terjadi pelanggaran hukum.

“Kalau harus melakukan kekerasan, ini menurut saya sudah melanggar hukum dan harus diproses,” tegas Appi.

Pernyataan Appi tersebut menyusul viralnya video seorang pengendara mobil dengan kondisi wajah berdarah setelah terlibat cekcok dengan pria yang disebut sebagai jukir di kawasan Angkasa I, Makassar.

Perselisihan diduga dipicu persoalan uang parkir. Dalam video yang beredar, korban mengaku telah memberikan uang Rp2 ribu kepada jukir. Namun, uang tersebut ditolak karena tarif yang diminta disebut sebesar Rp5 ribu.

“Kan saya keluar memang, saya mau kasih dia uang, tapi saya kasih Rp2 ribu. Jujur saya kasih uang Rp2 ribu, tetapi tidak mau,” kata pengendara dalam rekaman video.

Pengendara kemudian mempertanyakan tarif tersebut dan meminta karcis parkir resmi. Namun, pria yang meminta uang parkir disebut tidak membawa karcis dan meminta pengendara menunggu.

“Kenapa saya harus menunggu? Dia tidak bawa karcis. Betul tidak? Harusnya kalau dia tukang parkir resmi, dia bawa karcis,” ujar korban.

Cekcok kemudian memanas. Dalam video, wajah pengendara terlihat berdarah. Korban tetap merekam kejadian dan meminta pria berkaus hijau yang diduga terlibat dalam insiden tersebut untuk ikut ke kantor polisi.

Seorang pria lain berpakaian hitam juga terlihat berada di lokasi. Pria yang diduga rekan jukir itu kemudian menunjukkan karcis kepada korban.

Insiden tersebut menjadi sorotan setelah videonya tersebar di media sosial. Persoalan tarif parkir Rp5 ribu dan ketiadaan karcis pada jukir yang pertama meminta pembayaran turut dipersoalkan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version