KabarMakassar.com — Antrean kendaraan berbahan bakar solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar mengular hingga menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi untuk mencegah dugaan permainan distribusi hingga penimbunan solar oleh oknum tertentu.
Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir, mengaku hampir setiap hari melihat antrean kendaraan mengular di SPBU, terutama pada malam hingga tengah malam. Bahkan, antrean tetap terjadi ketika stok solar di SPBU belum tersedia dan kendaraan masih menunggu kedatangan mobil tangki.
“Saya satu bulan terakhir ini setiap pulang tengah malam ke rumah, itu antrean mobil mengular di hampir semua pompa bensin yang ada di Makassar, ini kan kita kasihan melihat mereka ini, dan bukan sekali nyaris sebulan,” kata Basdir, Minggu (23/08).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan pemilik kendaraan, tetapi juga berpotensi mengganggu masyarakat yang bergantung pada solar, termasuk para nelayan.
Basdir meminta Pertamina dan pemerintah memperkuat pengawasan distribusi solar dengan turun langsung ke lapangan. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan tidak ada SPBU maupun oknum yang memanfaatkan kelangkaan solar untuk kepentingan pribadi.
“Pertamina harus membentuk tim, atau kalaupun sudah ada timnya, harus turun bagus ke lapangan untuk mengecek, jangan sampai ada SPBU yang bermain,” tegasnya.
Ia mengingatkan adanya potensi penimbunan oleh oknum yang kemudian menjual kembali solar dengan mencari keuntungan lebih besar. Praktik semacam itu, kata dia, harus segera ditindak apabila ditemukan.
“Harsunya ini sudah diantisipasi. Kami tentu berharap Pertamina dan pemerintah terkait melakukan langkah-langkah antisipasi, utamanya ketika ada oknum yang melakukan penimbunan,” ujarnya.
Basdir menilai antrean panjang yang berlangsung berjam-jam menunjukkan persoalan distribusi solar perlu mendapat perhatian serius. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut tidak wajar ketika kendaraan sudah mengantre panjang sementara stok solar di SPBU belum tersedia.
“Orang antre, dia menimbun, cari keuntungan sendiri. Ini luar biasa kejamnya. Kasihan masyarakat kita yang harus antre berjam-jam,” katanya.
Karena itu, Basdir meminta pemerintah bersama Pertamina tidak menunggu persoalan semakin meluas. Jika ditemukan praktik penimbunan atau permainan distribusi, ia mendorong agar oknum tersebut diberikan tindakan tegas.
“Saya minta kepada pemerintah, kepada Pertamina, tindak tegas oknum yang melakukan, sekiranya ada yang melakukan penimbunan solar,” tukas Basdir.














