kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Antisipasi Kemacetan, Appi Rancang Penataan Pasar Tumpah di Jalan Laimena

Antisipasi Kemacetan, Appi Rancang Penataan Pasar Tumpah di Jalan Laimena
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat Melakukan Sidak di Jalan Dr. Leimena, kawasan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah cepat untuk menata kembali aktivitas pedagang kaki lima atau pasar tumpah di sepanjang Jalan Dr. Leimena, kawasan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, yang selama ini menjadi titik kemacetan akibat keberadaan pasar tumpah.

Langkah ini diambil setelah Appi sapaan akrab Munafri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu pagi (25/06) sebagai bagian dari rutinitas hariannya memantau langsung kondisi kota dan merespons keluhan masyarakat.

Tanpa pengawalan pejabat teknis maupun aparat ketertiban, Munafri turun langsung ke lapangan dan meninjau kondisi pasar tumpah yang kerap mengganggu arus lalu lintas.

Ia menyaksikan langsung aktivitas jual beli yang berlangsung di bahu jalan serta parkir kendaraan yang tidak teratur.

“Harap jaga ketertiban. Tidak boleh ada aktivitas yang mengganggu jalan,” tegas Appi kepada para pedagang yang ditemuinya di lokasi.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, namun tidak dengan mengorbankan kepentingan umum.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hak warga untuk mencari nafkah dan hak publik atas akses jalan yang aman dan lancar.

“Kita tidak melarang warga berjualan, tapi jangan sampai mengganggu lalu lintas. Pasar rakyat tetap harus hidup, tapi harus tertib dan teratur,” ujarnya.

Munafri menyampaikan bahwa penataan pasar tumpah di Jalan Laimena harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar, terutama kemacetan lalu lintas dan potensi kecelakaan.

Ia langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera menyusun langkah-langkah teknis penataan.

“Saya minta Dishub dan Satpol PP segera merancang penataan dan relokasi dengan pendekatan humanis. Pedagang harus diedukasi, bukan diusir. Kita harus cari solusi yang tidak merugikan siapa pun,” katanya.

Penataan ini, lanjut Munafri, tidak hanya bertujuan untuk mengatasi kemacetan tetapi juga sebagai bagian dari pembenahan wajah kota.

Appi menekankan bahwa wilayah-wilayah publik, termasuk jalan raya, harus dikelola dengan baik agar menjadi ruang yang nyaman dan tertib bagi semua.

Wali Kota juga membuka ruang dialog dan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta para pedagang agar proses relokasi dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh semua pihak.

“Ini tidak bisa dikerjakan sepihak. Kita akan ajak semua terlibat, dari pedagang, lurah, camat, hingga OPD teknis. Kalau perlu, kita siapkan lokasi pengganti yang layak untuk mereka berdagang,” tambahnya.

Diketahui, Jalan Dr. Leimena merupakan jalur penghubung penting antara wilayah Panakkukang dan Manggala yang padat dilalui kendaraan.

“Kondisi pasar tumpah yang memakan badan jalan, diperparah dengan parkir kendaraan roda dua dan empat secara sembarangan, seringkali memicu kemacetan panjang,”

Dengan adanya penataan yang segera dilakukan, diharapkan jalur ini bisa kembali berfungsi optimal tanpa mengorbankan ruang usaha bagi warga kecil.

Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus menciptakan ruang kota yang tertib, aman, dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat secara berimbang.

Ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak cukup dilakukan di balik meja, melainkan harus dijalankan dengan kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Kita harus turun ke jalan dan melihat kondisi yang ada, dan menata,” pungkasnya.

error: Content is protected !!