KABARBUGIS.ID – Siswa salah satu sekolah dasar di Desa Kallangan, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang diduga dianiaya oleh Kepala Desa Kaballangan, Samonding.
Korban AM siswa kelas lima SD itu dianiaya di kantor kepala desa bersama dua rekan lainnya. Tak hanya AM, Kepala Desa Kaballangan, Samonding juga turut menganiaya ibu dari korban, Jumat (29/7) kemarin.
Akibat peristiwa tersebut, orang tua AM, Sudirman (50) melaporkan penganiayaan anak dan istrinya ke Polres Pinrang, Jumat (29/7) kemarin. Laporan itu berdasarkan Nomor: LP/B/359/VII/2022/SPKT/RES.PINRANG/POLDA SULSEL.
Orang tua AM, Sudirman mengatakan anaknya dianiaya di kantor desa bersama sejumlah rekannya.
"Katanya mengambil ("curi") mouse laptop di sekolahnya. Kepala sekolahnya lapor ke Pak Desa," kata Sudirman kepada KabarBugis.id, Sabtu (30/7).
"Nah disitulah anak-anak ini dipukul pak desa kalau tidak salah lima orang anak. Anak saya yang parah dipukul pake kayu belakangnya, ditampar dan ditendang," sambungnya.
Usai dianiaya, tambah Sudirman anaknya pulang ke rumah lalu menceritakan kejadian itu kepada ibunya.
"Kan rumah berhadapan. Istri ku bertanya ke pak desa, kenapa dipukul begitu anak-anak, tidak begitu caranya mendidik anak-anak. Pak desa lalu marah marah dan pukul mi mamanya disitu depan rumah lagi, benjol benjol kepalanya, lehernya," cerita Sudirman.
Akibat kejadian itu Sudirman melaporkan Kepala Desa Kaballangan Samonding ke Polres Pinrang.
Sementara itu, Kepala Desa Kaballangan Samonding membenarkan kejadian itu. Dirinya mengatakan anak-anak tersebut hanya diberikan pembinaan.
"Iya saya panggil semua anak-anak itu ke kantor desa, ada tiga orang. "Pemukulan" itu hanya pembinaan karena mencuri di sekolah," jelas Samonding kepada KabarBugis.id.
Pihaknya tak keberatan jika dilaporkan hal itu ke pihak kepolisian. "Itu terserah orang tuanya kalau melapor ke polisi. Saya merasa keberatan karena mamanya teriaki saya "asu" jadi saya dibilang begitu saya kan keberatan," ujarnya.