kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Anggota Satpol PP Terluka Parah Saat Amankan Demo Tolak PBB 300 Persen di Bone

Anggota Satpol PP Bone Terluka Parah Saat Amankan Demo Tolak PBB 300 Persen
tangkapan layar satpol pp terkena lemparan hingga luka parah di kepala (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Salah satu personil Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) di Bone terkena lemparan hingga mengakibatkan luka cukup parah di bagian kepalanya dan mengeluarkan darah, akibat aksi unjuk rasa penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 300 persen.

Dalam pantauan, aksi unjuk rasa ini berkahir bentrok antar personil pengaman dan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone bersatu, terdiri dari mahasiswa dan masyarakat setempat.

Tak hanya itu, setelah massa aksi berhasil menjebol pagar kantor Bupati Bone dan melempar batu dan botol air mineral, aparat langsung menyemprotkan gas air mata berulang kali, untuk membubarkan massa.

Hingga saat ini, pukul 19.00 wita massa masih bertahan untuk menggelar aksi dan telah masuk di halaman kantor Bupati Bone. Mereka diduga akan terus bertahan hingga Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman menemui massa aksi.

Sebelumnya diberitakan, Massa aksi demo tolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 300 persen berhasil menjebol tiga pintu pagar kantor Bupati Bone. Massa juga melempar menggunakan batu dan air mineral ke arah petugas kepolisian yang tengah melakukan pengamanan di halaman kantor.

Diketahui, dalam aksi ini sebanyak 15 organisasi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone Bersatu mendirikan tenda dan mengumpulkan logistik untuk menyiapkan aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan PBB P2 sebesar 300 persen dengan mengerahkan seribu orang.

Dalam aksi tersebut, massa meminta agar Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman untuk hadir menemui massa hari ini. Namun, hingga saat ini bupati belum datang menemui massa.

“Kami meminta agar bupati dan wakil bupati untuk hadir di lokasi,” kata orator aksi, Selasa (19/08)

Sementara itu, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendekatan persuasif agar massa tetap tenang dan melakukan aksi dengan aman dan damai.

“Peringatan kepada masyarakat ini telah menyalahi aturan. Ini sudah bukan aksi damai lagi,” kata salah satu petugas kepolisian melalui pengeras suara.

Hingga saat ini, massa masih terus bertahan di depan kantor Bupati Bone sambil melakukan orasi secara pergantian atas penolakan kenaikan PBB 300 persen dengan pengawalan ketat pihak kepolisian.

Sejumlah kendaraan taktis telah disiagakan di dalam halaman kantor Bupati Bone dan sebanyak 1000 personel gabungan TNI Polri dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi tersebut.

error: Content is protected !!