KabarMakassar.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso menanggapi temuan sambungan pipa ilegal di dua perumahan di Kota Makassar dan Kabupaten Maros.
Wakil Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan tersebut mendesak evaluasi penuh dilakukan terhadap sambungan pipa-pipa Makassar. Ada potensi pencurian air akibat sambungan pipa ilegal terjadi di wilayah lain namun belum terdeteksi.
“Harus ditelusuri kira-kira, siapa yang bermain ada sanksi yang akan diberikan tentu juga bukan cuma ini mungkin masih ada yang lain,” ujarnya, Selasa (18/1)
Pihaknya menilai kondisi tersebut cukup miris lantaran di beberapa wilayah Kota Makassar masih kesulitan mendapatkan air seperti wilayah bagian Utara, sementara perumahan luar daerah justru menikmatinya secara ilegal.
“Ini ada permainan kita minta pihak terkait telusuri ini dan berikan sanksi terkait oknum yang bermain,” tegasnya
Diketahui sebelumnya tim percepatan pembenahan Perusda Makassar melaporkan adanya temuan sambungan pipa ilegal di dua perumahan, tercatat kerugian mencapai Rp700 juta.
Hal tersebut berimplikasi pada peningkatan angka kebocoran air di Kota Makassar yang saat ini tercatat mencapai 52 persen, naik dari tahun lalu sebesar 44 persen.













