KabarMakassar.com — DPRD Sulawesi Selatan kembali kehilangan salah satu anggotanya. Hj. Haslinda Wahab, legislator Komisi E, meninggal dunia pada Minggu (07/12) pagi.
Kabar duka ini pertama kali menyebar melalui pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp yang berisi ucapan belasungkawa atas wafatnya politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo, membenarkan informasi itu saat dimintai konfirmasi. “Iya betul, mohon doakan beliau,” ujar Fauzi singkat, menandai keheningan yang langsung dirasakan di lingkungan DPRD Sulsel.
Duka yang sama juga datang dari internal PKS. Ketua PKS Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyampaikan kabar tersebut di tengah pelaksanaan Rakerda PKS Makassar.
Ia mengumumkan kepergian Hj. Haslinda di hadapan para peserta dan langsung mengajak seluruh kader untuk mendoakan almarhumah.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un atas berpulangnya Ibu Hj. Haslinda,” tutur Andi Hadi dalam sambutannya di Rakerda PKS Makassar di Hotel Karebosi, Minggu (07/12).
Ia menjelaskan bahwa almarhumah sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
“Baru saja kabar kami terima. Almarhumah sempat dirawat di rumah sakit. Beliau bagian dari kita semua, mari kita mendoakan beliau,” ujarnya.
Pengumuman itu membuat suasana Rakerda mendadak hening. Para peserta menundukkan kepala dalam doa, mengenang kiprah dan dedikasi Hj. Haslinda selama berjuang di dunia politik dan organisasi.
Sementara itu, rumah duka diketahui berada di Jl. Borong Raya No. 2, samping STIE Indonesia. Sejumlah kolega, simpatisan, dan masyarakat disebut mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Hj. Haslinda Wahab menjadi pukulan bagi PKS dan DPRD Sulsel, mengingat perannya sebagai salah satu legislator aktif dan tokoh perempuan yang cukup berpengaruh dalam isu-isu sosial di komisi yang ditanganinya. Duka mendalam kini menyelimuti keluarga besar DPRD Sulsel dan PKS.













