kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Amran Ungkap Kurang Tidur Kejar Target Swasembada Pangan

Amran Ungkap Kurang Tidur Kejar Target Swasembada Pangan
Ketua Umum BPP KKSS sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Ketua Umum BPP KKSS sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkap tekanan luar biasa dalam mengejar target swasembada pangan nasional yang dipercepat secara drastis oleh pemerintah.

Amran menyebut, target awal yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto selama empat tahun, berubah menjadi jauh lebih singkat dalam waktu singkat setelah pelantikan.

“Awalnya ditanya, bisa tidak swasembada 4 tahun? Saya jawab siap. Tapi baru 21 hari menjabat, targetnya turun jadi 3 tahun. Lalu berkembang lagi, bahkan bisa jadi 1 tahun,” ujar Amran, dalam sambutannya di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI, di hotel Claro Jalan Pettarani Kota Makassar, Kamis (26/03).

Ia mengaku, percepatan target tersebut membuat tekanan kerja meningkat hingga berkali lipat. Bahkan, dirinya hanya memiliki waktu istirahat yang sangat terbatas.

“Saya hampir tidak tidur. Paling 3–4 jam sehari. Kerja terus untuk mengejar swasembada,” tegasnya.

Menurut Amran, keputusan strategis pemerintah juga dipengaruhi situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga energi dunia hingga menyentuh 100 dolar per barel.

“Kami dipanggil mendadak dalam rapat terbatas. Ada kekhawatiran besar soal stabilitas pangan dan energi akibat perang. Dampaknya langsung ke anggaran negara,” jelasnya.

Meski menghadapi beban berat, Amran mengklaim capaian sektor pangan menunjukkan hasil signifikan. Ia menyebut stok beras nasional saat ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah.

“Hari ini stok beras 4,2 juta ton. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Gudang bahkan sudah penuh sampai meluber,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjut Amran, bahkan harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton untuk menampung lonjakan produksi.
“InsyaAllah bulan depan bisa tembus 5 juta ton. Ini kita pantau setiap hari,” tambahnya.

Ia juga menegaskan keberhasilan program pangan bukan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi lintas sektor.

“Ini bukan kerja saya sendiri. Ini kerja TNI, Polri, Kejaksaan, semua pihak. Ini kebanggaan Republik Indonesia,” tegas Amran.

Namun di balik capaian tersebut, Amran mengaku harus mengorbankan kondisi fisiknya. Ia sempat jatuh sakit hingga harus dirawat menjelang Lebaran, bahkan kembali mengalami insiden serupa baru-baru ini.

“H-2 Lebaran saya jatuh sakit, dirawat 7 jam. Baru-baru ini juga jatuh di mal. Tapi saya harus tetap berdiri. Walaupun sempoyongan, saya bilang saya sehat,” tuturnya.

Apalagi Presiden disebut terus memantau ketahanan pangan nasional secara ketat, bahkan mengingatkan potensi krisis global yang dapat berdampak luas.

“Presiden sampai telepon dua kali. Ada ancaman kelaparan global, 45 juta orang terancam. Tapi kita pastikan Indonesia aman,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui evaluasi terus dilakukan, termasuk melalui rapat maraton yang bisa berlangsung hingga 12 jam untuk memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah ancaman krisis energi dan perubahan iklim.

Dengan tekanan tinggi dan target ambisius, Amran menegaskan komitmennya untuk menuntaskan misi swasembada pangan.

“Ini amanah. Selama kita kerja keras dan bersama-sama, InsyaAllah kita bisa capai swasembada tercepat dalam sejarah Indonesia,” tukasnya.

error: Content is protected !!