Indeks
News  

700 Hektare Sawah di Sidrap Berjuang Hadapi El Nino, Bupati Gerak Cepat

700 Hektare Sawah di Sidrap Berjuang Hadapi El Nino, Bupati Gerak Cepat
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung meninjau saluran irigasi (Dok: Ist).

KabarMakassar.com – Dampak fenomena El Nino mulai dirasakan sektor pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Sedikitnya 700 hektare lahan sawah di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, mengalami kekurangan pasokan air sehingga membutuhkan penanganan segera agar musim tanam tetap berjalan.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung meninjau saluran irigasi Sungai Saddang, jaringan irigasi air tanah, hingga areal persawahan di sejumlah desa di Kecamatan Kulo, Jumat (24/7).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan air petani sekaligus mempercepat langkah penanganan dampak kekeringan.

Dalam kunjungan itu, Bupati berdialog dengan para petani untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan pasokan air hingga kebutuhan penguatan infrastruktur irigasi dan Program Listrik Masuk Sawah.

Di sela peninjauan, Syaharuddin juga mengecek fasilitas Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) serta sejumlah sumur bor yang telah terhubung dengan jaringan listrik. Saat ini tercatat terdapat tujuh titik sumur bor di Desa Bina Baru dan lima titik di Desa Kulo yang dimanfaatkan untuk membantu pengairan lahan pertanian.

Meski sejumlah infrastruktur telah dibangun, kebutuhan air dinilai masih belum mencukupi, terutama di wilayah yang mengandalkan sawah tadah hujan.

“Kami ingin memastikan setiap persoalan di lapangan diketahui secara langsung. Pertanian adalah urat nadi perekonomian masyarakat Sidrap. Karena itu, kami tidak akan menyerah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama seluruh pihak agar kebutuhan air petani dapat terpenuhi dan produksi pertanian tetap berjalan,” tegas Syaharuddin Alrif.

Pemerintah Kabupaten Sidrap menyatakan akan terus mempercepat penanganan dampak El Nino melalui penguatan jaringan irigasi, optimalisasi sumur bor, serta perluasan Program Listrik Masuk Sawah guna menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

error: Content is protected !!
Exit mobile version