KabarMakassar.com — Seorang nelayan bernama, Piyan (16), asal Dusun Lassang-lassang, Desa Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, ditemukan selamat di pesisir Kabupaten Bulukumba setelah perahunya hanyut jauh akibat mesin mati.
Korban ditemukan usai Tim SAR Gabungan berupaya melakukan pencarian besar-besaran selama lebih dari 12 jam.
Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Jeneponto, Piyan dilaporkan hilang/terbawa arus sejak Sabtu (6/12).
Piyan diketahui melaut pada pukul 03:00 WITA di Perairan Arungkeke, Jeneponto, menggunakan perahu fiber berwarna hijau. Ia seharusnya sudah kembali ke rumah pukul 08:00 WITA.
Kecemasan keluarga memuncak ketika hingga pukul 14:30 WITA, Piyan belum kembali, dan keluarga bersama nelayan lain segera memulai pencarian.
Pada pukul 04:00 WITA, seorang nelayan sempat melihat korban memberikan kode menggunakan senter. Namun, ketika nelayan tersebut mendekat, perahu Piyan sudah tidak terlihat, hanya ditemukan pancing rawe miliknya. Diduga perahu tersebut hanyut dengan cepat terbawa arus.
BPBD Jeneponto segera merespons dengan melakukan pencarian di Perairan Jeneponto-Bantaeng menggunakan perahu karet, sementara Basarnas Bantaeng menggunakan Kapal Rigid-Hulled Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area Bantaeng-Selayar. Hingga akhirnya korban ditemukan selamat pada pukul 18:00 WITA.
“Piyan berhasil selamat setelah mendayung perahunya dan menepi ke pesisir Kabupaten Bulukumba. Lokasi tersebut kebetulan terdapat rumah keluarganya. Korban segera meminta tolong untuk menelpon keluarganya di Jeneponto,”ujar BPBD Jeneponto melalui akun resminya pada Sabtu malam (6/12).
Penemuan korban pun menandai berakhirnya operasi SAR yang melibatkan koordinasi cepat antara BPBD Jeneponto, Basarnas Bantaeng dan Selayar, BPBD Bulukumba dan Bantaeng, serta unsur TNI, POLRI, dan masyarakat. Korban saat ini telah berkumpul kembali dengan keluarganya.













