KabarMakassar.com — Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia rampung pada akhir 2026 untuk memperkuat konektivitas masyarakat hingga daerah terpencil.
“Membangun jembatan, menghubungkan harapan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam unggahan media sosialnya, sebagaimana keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Kamis.
Teddy mengatakan pemerintah menargetkan 2.500 jembatan gantung selesai dibangun pada Agustus 2026. Pembangunan kemudian akan terus dipercepat hingga mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun mendatang.
Ia mengatakan pembangunan jembatan gantung dilakukan melalui kerja sama pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat setempat.
Menurut dia, jembatan baru dibangun untuk menghubungkan wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan sulit dijangkau. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan jembatan gantung guna mewujudkan konektivitas yang lebih cepat, aman, dan merata hingga ke pelosok Indonesia.
“Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Melalui program pembangunan jembatan gantung, lanjut dia, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia
Teddy mengatakan pembangunan jembatan gantung diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat serta meningkatkan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan fasilitas publik lainnya.
Ia menambahkan, infrastruktur tersebut juga menjadi sarana pendukung bagi anak-anak di daerah terpencil untuk menjangkau sekolah.
“Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan,” katanya. (ANTARA).













