KabarMakassar.com — Seorang guru tewas usai dianiaya pria yang diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) menggunakan senjata tajam di Kabupaten Pangkep, dua warga lainnya juga mengalami luka-luka setelah diserang pelaku.
Kapolsek Segeri, AKP Sofyanto menuturkan peristiwa tersebut terjadi pda Minggu (14/09) sore, di Kampung Parenreng, Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Ia mengatakan pelaku diduga memiliki riwayat penyakit kejiwaan.
“Iya betul, saat ini motifnya belum diketahui. Pelaku masih dalam pemeriksaan dan dirujuk ke RS Jiwa untuk pemeriksaan kondisi kejiwaannya,” kata Sofyanto dalam keterangannya, Rabu (17/09).
Pelaku diketahui bernama Anto (33), seorang petani asal Kampung Lapie, Desa Parenreng. Sementara korban seorang guru bernama Baliana (49) yang tewas usai dianiaya pelaku, sedangkam dua korban lainnya mengalami luka-luka bernama Imbar (25) dan Hawa (48).
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WITA, ketika pelaku mendatangi korban Hawa dan menawarkan tumpangan. Setelah ditolak oleh korban, pelaku justru menyerang menggunakan pisau kecil hingga melukai tangan korban.
“Tak lama berselang, pelaku menghadang Imbar yang sedang mengendarai mobil pick up. Dengan obeng ia melukai dada korban sebelum mengambil sebilah parang dari mobil tersebut,” ungkapnya.
Kemudian, kata Sofyanto sekitar pukul 17.35 WITA, pelaku menyerang korban bernama Baliana. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun tak mampu menghindari serangan bertubi-tubi dari pelaku menggunakan sebilah parang.
“Ia mengalami luka tusuk di dada, punggung, lengan, siku, dan jari tangan hingga akhirnya meninggal di lokasi,” bebernya.
Berdasarakan keterangan warga, pelaku kerap menunjukkan perilaku aneh dan diduga mengalami gangguan jiwa. Meski begitu, polisi belum memastikan kondisi kejiwaan pelaku.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari RS Jiwa. Untuk sementara pelaku sudah diamankan di Polres Pangkep,” pungkasnya.
