KabarMakassar.com — Polisi mengungkap rekayasa penculikan yang dilakukan seorang mahasiswa berinisial EE (23) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. EE diduga berpura-pura diculik dan disekap untuk meminta uang tebusan sebesar Rp90 juta kepada orang tuanya.
Aksi tersebut terbongkar setelah orang tua EE melapor ke polisi karena kehilangan kontak dengan anaknya dan menerima pesan ancaman dari seseorang yang mengaku sebagai penyekap.
Tim URC Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar kemudian melakukan penyelidikan hingga menemukan EE di sebuah rumah indekos pada Rabu (12/8/2026) pagi. Saat ditemukan, EE diketahui sedang bersama seorang teman perempuannya.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, mengatakan kasus tersebut bermula ketika pihaknya menerima laporan mengenai seorang mahasiswa yang hilang kontak dengan orang tuanya.
“Awalnya kami menerima pengaduan dari masyarakat mengenai adanya mahasiswa yang hilang kontak dengan orang tuanya. Tak lama kemudian, orang tua korban dihubungi oleh seseorang yang mengaku menyekap anaknya karena masalah utang, lalu meminta uang tebusan dan mengancam akan membunuh anak tersebut jika tidak dibayar,” ujar AKP Sangkala, Jumat (14/8/2026).
Dalam pesan yang diterima keluarga, seseorang mengaku menyekap EE karena persoalan utang puluhan juta rupiah. Pengirim pesan kemudian meminta uang tebusan sebesar Rp90 juta dan mengancam akan mencelakai hingga membunuh EE apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Polisi kemudian menelusuri keberadaan mahasiswa tersebut. Setelah ditemukan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyidik mendapati dugaan bahwa penculikan dan ancaman tersebut merupakan rekayasa yang dibuat EE sendiri.
“Setelah Tim Jatanras melakukan penyelidikan mendalam, kami berhasil menemukan anak yang dimaksud. Namun, dari hasil pendalaman, terungkap fakta bahwa pengancaman itu merupakan sandiwara yang dibuat oleh korban sendiri agar mendapatkan uang dari orang tuanya untuk kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup berfoya-foya,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga EE merancang skenario penculikan untuk memperoleh uang dari orang tuanya. Uang tebusan tersebut disebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta menunjang gaya hidupnya.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya telepon seluler yang diduga digunakan untuk mengirim pesan ancaman serta satu unit sepeda motor.
Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut untuk mengetahui seluruh rangkaian peristiwa serta menentukan proses hukum lebih lanjut terhadap EE.
