kabarbursa.com
kabarbursa.com

Penyerangan Siswa SMKN 5 Takalar, Ibu Pelaku Sebut Aksi Dipicu Dugaan Perundungan

Penyerangan Siswa SMKN 5 Takalar, Ibu Pelaku Sebut Aksi Dipicu Dugaan Perundungan
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Ibu dari siswa berinisial RP (15), yang diamankan polisi terkait dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap teman sekolahnya di Kabupaten Takalar, mengungkap dugaan perundungan yang dialami anaknya sebelum insiden terjadi.

Ia menyampaikan hal tersebut saat mendampingi anaknya yang kini menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Takalar.

Menurutnya, anaknya diduga telah mengalami ejekan dan perundungan sejak masih duduk di bangku SMP. Ia menyebut tekanan tersebut berlanjut hingga sebelum insiden pemarangan terhadap teman sekolahnya terjadi pada Selasa (11/08).

“Anak saya sejak masih duduk di bangku SMP sudah mendapatkan ejekan atau bully dari korban bersama teman-temannya,” katanya, Jumat (14/08).

Ia juga mengaku anaknya sempat mendapat ancaman akan dikeroyok. Menurutnya, kondisi tersebut membuat RP merasa tertekan dan khawatir terhadap keselamatannya.

Dia meminta kepolisian tidak hanya melihat peristiwa penyerangan menggunakan sentaja tajam, tetapi juga menelusuri latar belakang konflik yang terjadi sebelum insiden.

“Anak saya sangat sedih karena merasa tidak bersalah sepenuhnya. Kami meminta pihak polisi mengungkap permasalahannya sebelum kejadian,” ujarnya.

Dia mengaku kondisi anaknya menjadi perhatian serius bagi keluarga. Ia khawatir tekanan yang dialami RP berdampak terhadap kondisi psikologisnya.

Ia berharap proses hukum terhadap anaknya tetap memperhatikan kondisi RP sebagai anak yang masih berusia 15 tahun.

“Kami berharap aparat penegak hukum bisa mengusut secara adil dan bijak,” katanya.

Hingga kini, RP masih menjalani proses pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Takalar terkait dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap teman sekolahnya.

Sebelumnya, seorang pelajar SMKN 5 Takalar berinisial SA (15) mengalami luka serius pada lengan kiri setelah diduga ditebas menggunakan senjata tajam oleh teman sekelasnya di lingkungan sekolah, Selasa (11/08).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WITA saat aktivitas belajar berlangsung di ruang kelas X.

Korban diduga ditebas dari arah belakang oleh teman sekelasnya yang juga masih berusia 15 tahun dan berinisial RP.

Akibat kejadian tersebut, SA mengalami luka terbuka serius pada bagian lengan kiri. Korban kemudian mendapat pertolongan awal di puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Takalar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Direktur RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Takalar, dr Ruslan, membenarkan adanya pasien pelajar yang dirujuk ke rumah sakit akibat luka pada lengan.

“Ada laporan masuk di UGD pada tanggal 11 Agustus, pasien seorang siswa pelajar SMKN 5 Takalar berinisial SA dengan luka terbuka di lengan kiri,” ujar Ruslan.

Menurutnya, tim medis telah melakukan penanganan awal di Unit Gawat Darurat (UGD) sebelum korban dipindahkan ke ruang perawatan untuk menjalani penanganan lanjutan.

Kondisi korban disebut dalam keadaan stabil dan dipersiapkan untuk menjalani tindakan operasi terkait luka yang dialaminya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Takalar, Ipda Saiful Madjid, membenarkan adanya peristiwa kekerasan yang melibatkan dua pelajar tersebut.

“Korban seorang pelajar SMKN 5 Takalar. Motif dari pelaku masih kami dalami dan untuk sekarang korban masih di dalam rumah sakit untuk menjalani operasi terkait luka serius akibat ditebas teman sekolahnya,” ujar Saiful.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif serta rangkaian kejadian secara lengkap.

Karena kedua pihak yang terlibat masih berstatus anak, penanganan perkara dilakukan dengan memperhatikan ketentuan perlindungan anak dan sistem peradilan pidana anak.