KabarMakassar.com — Nama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab dalam modus penipuan yang mengatasnamakan program bantuan sosial.
Penipuan tersebut dilakukan melalui pesan WhatsApp dengan sasaran sejumlah pihak yang dijanjikan bantuan dana untuk tempat ibadah.
Pelaku menghubungi korban sambil mengaku sebagai Aliyah dan menyatakan akan mentransfer dana bantuan sebesar Rp25 juta.
Namun, setelah mengirimkan bukti transfer palsu, pelaku justru meminta korban untuk mengembalikan sebagian dana, yakni sebesar Rp5 juta, dengan alasan akan digunakan untuk keperluan sosial lainnya.
Menanggapi kejadian ini, Aliyah secara tegas membantah keterlibatannya dalam penggalangan dana tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya atas pencatutan nama dirinya dalam aksi penipuan ini.
“Saya sangat prihatin. Ini mencemarkan nama baik dan berpotensi merugikan masyarakat. Kami hanya menyampaikan informasi resmi lewat saluran pemerintah, bukan melalui pesan pribadi seperti ini,” ujar Aliyah, Rabu (07/05).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan-pesan pribadi yang mengatasnamakan pejabat pemerintahan, terlebih jika berkaitan dengan permintaan transfer dana.
Menurutnya, di era digital seperti sekarang, kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan harus semakin ditingkatkan.
“Siapa pun bisa jadi sasaran penipuan. Karena itu, jangan sembarang mengirim data pribadi atau uang sebelum memastikan kebenaran informasinya,” tambahnya.
Aliyah juga memberikan imbauan agar masyarakat selalu mengecek ulang identitas pengirim pesan, serta melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan kejanggalan dalam komunikasi digital yang mengandung permintaan dana.
“Kita harus melindungi diri dan sesama. Jangan biarkan niat baik kita dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab. Makassar harus aman untuk semua,” tegas Aliyah.
Seiring meningkatnya modus penipuan digital, Pemerintah Kota Makassar turut mengimbau agar masyarakat hanya mengakses program bantuan dan informasi resmi melalui saluran yang telah ditentukan.
Pemkot juga meminta masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan siber, dengan menjaga kewaspadaan terhadap berbagai bentuk manipulasi informasi di dunia maya.













