KabarMakassar.com — Seorang mahasiswi di salah satu Universitas Negeri di Kota Makassar ditemukan gantung diri di jendela kamarnya. Korban mengakhiri hidupnya diduga depresi akibat skripsi yang sedang dikerjakannya.
Korban diketahui berinisial BK (21), ditemukam oleh rekannya telah meninggal dunia dengan posisi tergantung di jendela kamarnya menggunakan kain, di rumahnya Jalan Lanraki, Kecamayana Biringkanaya, Makassar, Minggu (24/08).
Polsek Biringkanaya yang mendapatkan laporan peristiwa tersebut, langsung menuju ke lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TPK) dengan memasang garis polisi.
Kapolsek Biringkanaya, Akp Andik Wahyu Chahyono membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan dirinya yang tiba di tkp langsung menghubungi inafis Polrestabes Makassar untuk melakukan olah tkp dan kordinasi dengan pihak keluarga korban.
Berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian, kata Andik bahwa korban terakhir menelpon pacarnya yang sedang berada di Kabupaten Toraja, meminta untuk kembali ke Kota Makassar.
“Korban mengatakan ‘Kalau tidak Ke Makassar Matika’ kemudian menutup teleponnya,” kata Andik dilokasi kejadian, sambil mencontohkan perkataan saksi.
Andik juga mengatakan bahwa korban diduga sering merasa setres selama mengerjakan tugas skripsinya. Hal itulah yang diduga menjadi pemicu korban mengakhiri hidupnya.
“Dan korban memang sering mengalami stres semenjak mengerjakan tugas di skripsinya,” ungkapnya.
Menurut Andik dari hasil olah tkp dan pemeriksaan tim inafis, korban diduga murni mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya.
“Korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri karena ditubuh korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi sehingga korban langsung di bawah ke kampung halamannya untuk di makamkan.
“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi serta membuat surat penolakan autopsi yang ditanda tangani, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan jenazah korban dibawa oleh pihak keluarga ke kampung halamannya di kabupaten Toraja,” pungkasnya.
