Indeks

Rupiah Menguat ke Rp16.374, Meski Sentimen Global Masih Tekan Pasar

Rupiah Lanjutkan Penguatan, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
Ilustrasi rupiah (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka rebound pada Jumat pagi (20/06). Menurut data Bloomberg pada pukul 10.11 WITA di pasar spot exchange, rupiah hari ini menguat sebesar 31,5 poin atau 0,19 persen ke level Rp16.374,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terpantau turun 0,25 poin menjadi 98,65.

Hal tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran, juga kekhawatiran pasar atas kemungkinan keterlibatan militer AS dalam konflik tersebut.

Pada perdagangan Kamis (19/06), rupiah ditutup melemah 93,50 poin atau 0,57 persen ke posisi Rp16.406. Disatu sisi, greenback terpantau menguat tipis 0,11 persen menuju 99.

Tim Analis MNC Sekuritas menyampaikan perkiraan posisi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada hari ini tengah berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b] atau sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [b].

“Masih terdapat peluang dolar AS akan menguat terhadap rupiah dengan rentang area Rp16.414 hingga Rp16.564 sekaligus menutup area gap-na,” tukas Tim Analis MNC dalam keterangan resminya.

Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan jika rupiah diprediksikan akan bergerak secara fluktuatif hari ini, meski begitu rupiah diprediksi akan kembali melemah.

“Perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.400 per USD sampai dengan Rp16.460 per USD,” paparnya dalam analisis harian.

Pergerakan rupiah, sebut Ibrahim, didorong oleh sentimen pernyataan pejabat senior AS yang menyatakan tengah mempersiapkan serangan potensial pada Iran dalam beberapa hari kedepan.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir yang dilangsungkan pada Selasa (17/06) dan Rabu (18/06), Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,5 persen.

Suku bunga deposit facility tetap berada di angka 4,75 persen dan suku bunga lending facility berada di posisi 6,25 persen.

Keputusan yang diambil mencerminkan langkah hati-hati dari Bank Indonesia dalam merespons perkembangan situasi global yang terus berubah. BI terus berupaya menjaga stabilitas sambil mempertimbangkan berbagai risiko eksternal.

Di saat yang sama, BI juga tetap mencermati kondisi ekonomi nasional secara cermat untuk memastikan kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Pendekatan tersebut menunjukkan upaya untuk menjaga keseimbangan antara faktor global dan domestik.

error: Content is protected !!
Exit mobile version