Indeks

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemprov Sulsel Gelar Pasar Lelang Komoditi Unggulan

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemprov Sulsel Gelar Pasar Lelang Komoditi Unggulan
Ilustrasi komoditi unggulan (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan ratusan ton komoditi unggulan untuk dilepas ke pasar melalui mekanisme pasar lelang.

Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Sulsel sebagai pusat perdagangan kawasan Indonesia Timur sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil, mengatakan bahwa pasar lelang menjadi instrumen baru untuk mempertemukan langsung produsen dan pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Filosofi pasar lelang itu sebenarnya ada nanti pendapatan buat daerah 1% dari penjualan. Jadi mempertemukan buyer dengan produsen, untuk melakukan transaksi langsung,” ujar Ahmadi, usai menghadiri launching Serbu Pasar di Hotel Four Points, Kamis (16/10).

Menurut Ahmadi, komoditi yang akan dilelang berasal dari sektor pertanian, perkebunan, dan hasil laut, dengan volume mencapai ratusan ton.

“Makanya sudah 20 komoditi unggulan kita sudah siapkan, hampir ratusan ton semua, jadi siapa buyer nanti berminat terhadap komoditi unggulan Sulawesi Selatan, di situ akan ada transaksi langsung, dan ada PAD-nya nanti akan masuk di kas daerah,” tambahnya.

Ahmadi menegaskan, pasar lelang tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan antarprovinsi di Indonesia, seperti Indonesia bagian Timur dan Kalimantan.

“Buyernya ya tergantung, jadi kita kan sasarannya ini bukan hanya buyer luar negeri, buyer dari luar negeri, regional, dalam-dalam daerah. Kan target-target komoditi kita bukan hanya ekspor,” jelasnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Wahyu Purnama, turut mendukung langkah Pemprov Sulsel memperkuat akses pasar komoditi unggulan melalui inovasi perdagangan. Dia berujar, penguatan pasar dan konektivitas perdagangan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Karena di Sulsel, sekarang PDRB itu 21 persen pertanian, nomor dua perdagangan, 15 persen. Jadi memang harus mengembangkan perdagangan, terutama untuk ke level ekspornya,” jelasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version