KabarMakassar.com — Sampai dengan awal tahun 2026, Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara telah memberikan sejumlah kredit kepada masyarakat untuk mendorong program prioritas pemerintah.
Hal tersebut ditegaskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tercatat hingga Januari 2026, dilaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang tembus sebesar Rp21,81 triliun bagi 369 ribu debitur.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan, pada penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi yaitu Rp235,91 triliun atau tumbuh sebanyak 9,73 persen secara tahunan.
Bukan hanya itu, pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis sudah berada di angka Rp1,21 triliun yang mencakup 1.373 dapur layanan.
“Dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebanyak Rp200 triliun sudah direalisasikan secara penuh sejak November 2025 lalu,” ucapnya, dikutip Kamis (19/03).
Dian menekankan, OJK berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait terutamanya Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM serta Kementerian Keuangan.
“Juga menjalin komunikasi aktif dengan industri perbankan sebagai bagian untuk menjaga keseimbangan implementasi terhadap program dengan stabilitas sistem keuangan,” paparnya.
Ia mengatakan jika sejumlah program yang ada juga mendukung likuiditas perbankan, menurunkan biaya dana juga menopang pertumbuhan kredit nasional.
Risiko peningkatan kredit bermasalah, kata Dian, perlu untuk diperhatikan jika penyaluran kredit dipercepat tanpa adanya seleksi serta pengawasan yang memadai.
“Perbankan diharapkan dapat mengedepankan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, juga tata kelola yang baik untuk menyalurkan pembiayaan,” terangnya.
Dian menyebut jika perbankan memiliki peran sebagai intermediasi atas penyaluran kredit atau pembiayaan program yang efektif dan berkualitas dengan didukung oleh manajemen risiko yang terukur serta sesuai risk appetite yang dimiliki.
“Dukungan atas program pemerintah bisa dimanfaatkan oleh perbankan sebagai kesempatan pengembangan usaha,” tuturnya.
Hal itu sekaligus menjadi bagian dari strategi bank untuk menjaga pertumbuhan kredit serta pemerataan ekonomi nasional.









