kabarbursa.com
kabarbursa.com

Rupiah Menguat Tipis, Pasar Menanti Data Cadangan Devisa BI

Rupiah Menguat Tipis, Pasar Menanti Data Cadangan Devisa BI
Ilustrasi rupiah (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Rupiah mengalami penguatan atas dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini, Jumat (07/08).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah mengalami apresiasi tipis sebesar 0,03 persen ke level Rp17.905 per dolar AS.

Terjadinya penguatan usai rupiah mengakhiri dua perdagangan lalu di zona hijau.

Dimana, pada 6 Agustus 2026 rupiah ditutup menguat sebesar 0,08 persen ke posisi Rp17.910 per dolar AS.

Saat ini, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh dinamika dolar AS di pasar global juga pengumuman cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026.

Sementara itu, dari sisi eksternal dolar AS kembali naik usai memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak hingga permintaan lindung nilai bulanan.

Terjadinya penguatan dolar AS nampak dari imbal hasil US Treasury yang mengalami kenaikan harian dalam dua pekan.

Klaim atas tunjangan pengangguran AS turut tercatat stabil. Harga minyak juga bangkit dari posisi terendah dalam tiga pekan.

Fokus pasar kini berada pada langkah Iran atas kapal AS dan Israel yang melintasi Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak turut memicu kekhawatiran atas inflasi AS serta mempertahankan daya tarik dolar.

Dari sisi internal, pasar tengah menantikan laporan posisi cadangan devisa Bank Indonesia (BI). Data itu bakal menjadi perhatian pasar di tengah volatilitas global serta tekanan atas mata uang negara berkembang.

Kini, pelaku pasar bakal berfokus pada kemampuan cadangan devisa bertahan di tengah kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah juga langkah stabilisasi rupiah oleh BI.

Loading

error: Content is protected !!