KabarMakassar.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat implementasi program peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional melalui kegiatan Edukasi Keuangan kepada Komunitas.
Agenda OJK Sulselbar tersebut dilaksanakan pada Selasa (03/03) di Kantor OJK Sulselbar, Kota Makassar.
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai komunitas di Kota Makassar.
Hal ini merupakan salah satu dari upaya strategis OJK dalam mendukung pencapaian target peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional.
Edukasi ini juga merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (GERAK Syariah) yang diselenggarakan OJK selama bulan Ramadan.
Ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah sekaligus mendorong pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara lebih luas.
Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen serta Perizinan OJK Sulselbar, Arif Machfoed, menyampaikan bahwa penguatan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“OJK secara konsisten mendorong peningkatan pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, khususnya keuangan syariah, yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta kebermanfaatan ekonomi sesuai prinsip-prinsip Islam,” terangnya.
Sejalan dengan arah kebijakan OJK dalam memperluas inklusi keuangan berbasis
komunitas, kegiatan edukasi ini menghadirkan narasumber dari OJK dan perusahaan pergadaian.
“Para peserta dibekali materi terkait pemahaman perbankan syariah serta pengenalan produk investasi emas sebagai instrumen investasi yang relatif stabil, mudah diakses, dan dapat menjadi alternatif perencanaan keuangan jangka menengah maupun panjang,” jelasnya.
Melalui sinergi dengan pelaku industri jasa keuangan dan komunitas masyarakat, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperluas program edukasi keuangan guna mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional, sekaligus memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.












